Rully Yuniarta Yacob adalah seorang pria yang memiliki perjalanan hidup yang luar biasa, menjadikan dunia pertanian sebagai panggilan hidupnya. Dari masa kecilnya, Rully terinspirasi oleh ayahnya yang bekerja sebagai pemasok mesin perkebunan di Jawa Timur. Kebiasaan ayahnya memberikan pelayanan penuh hormat kepada petani membuat Rully terinspirasi untuk terjun ke dunia pertanian.
Setelah menempuh pendidikan di bidang budidaya pertanian, Rully bekerja sebagai purchasing manager di jaringan ritel modern. Dengan pengalamannya, ia turun langsung membina petani, mengajarkan standar kualitas buah agar bisa masuk pasar modern. Namun, perjalanan hidupnya tidak selalu mulus. Pada 2023, ia mengalami kejanggalan dalam pembayaran dari pihak ritel, yang mengakibatkan kerugian besar dalam usaha pertaniannya.
Meskipun mengalami keadaan yang sulit, Rully tetap teguh pada prinsipnya untuk tidak mengecewakan petani yang sudah percaya padanya. Kerugian besar tidak membuatnya menyerah, bahkan ketika tubuhnya mengalami kelemahan fisik akibat penyakit langka. Dalam keadaan seperti itu, Rully menemukan kembali semangat hidupnya di kebun, di mana ia merasa memiliki ruang untuk terus bertahan.
Rully akhirnya memilih langkah sulit dengan menggugat perusahaan ritel ke Pengadilan Negeri Mojokerto. Baginya, ini bukan sekadar masalah hukum, melainkan upaya untuk menyelamatkan martabatnya, keluarganya, dan kepercayaan petani yang telah lama ia dampingi. Meskipun masih dalam proses hukum, Rully tetap kembali ke kebun, di mana ia merasakan kehidupan sejati yang mempertahankan eksistensinya.
Dalam perjalanan hidupnya, Rully mengingat nilai-nilai yang ditanamkan oleh ayahnya, bahwa keadilan adalah energi untuk bangkit. Ia berharap agar UMKM dan petani lokal dapat dipandu dan tidak terlepas dari sistem ritel modern. Dibalik label pemasok buah, Rully adalah seorang anak petani yang menjaga kejujuran dalam usahanya, percaya bahwa buah-buah lokal yang diolah dengan baik akan selalu mendapatkan apresiasi yang pantas.












