MPM Honda Jatim telah meluncurkan layanan Honda Care On The Road sebagai respons terhadap musim hujan yang telah tiba. Ini adalah upaya dari PT Mitra Pinasthika Mulia (MPM Honda Jatim), distributor sepeda motor Honda di Jawa Timur dan Nusa Tenggara Timur, untuk memperkenalkan layanan darurat Honda Customer Assistance Road Emergency (Honda Care) dan menunjukkan keterampilan teknisi terlatih Honda dalam memberikan layanan terbaik kepada pelanggan. Acara City Rolling Honda Care dimulai dari MPM Learning Center Sidoarjo dan berlanjut ke Surabaya dengan melibatkan 10 teknisi Honda Care. Selain sebagai sarana untuk memperkenalkan layanan Honda Care kepada masyarakat, acara ini juga dimanfaatkan untuk membuktikan keahlian teknisi dalam menghadapi berbagai kondisi jalan, terutama selama musim hujan. Teknisi yang terlibat telah menjalani pelatihan resmi dan mendapatkan edukasi safety riding khusus untuk memastikan bahwa mereka siap untuk memberikan bantuan dengan aman, cepat, dan tepat dalam situasi darurat. Andre Pramana, HC3 and NS Division Head MPM Honda Jatim, menekankan pentingnya aktivitas ini dalam menjaga kualitas layanan purna jual kepada pelanggan, terutama dalam situasi darurat. Di samping itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang layanan Honda Care yang dapat diakses melalui 1500-989 dan aplikasi Brompit. Melalui inisiatif ini, MPM Honda Jatim berharap untuk meningkatkan keselamatan berkendara di musim hujan dan memperkuat layanan purna jual Honda.
Honda Care On The Road: Layanan Siaga Dekat Konsumen
Read Also
Recommendation for You

Peristiwa Isra Mikraj merupakan salah satu momen paling agung dalam sejarah Islam yang memuat makna…

Kementerian Haji dan Umrah telah menyelesaikan pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) Jemaah Haji Khusus…

Kuasa hukum kiai korban dugaan penipuan mobil oleh pengusaha besi tua, Imam Haironi, SH, memberikan…

Bayi laki-laki ditemukan dalam kardus mi instan di teras rumah warga Desa Olehsari, Kecamatan Glagah,…

Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah memiliki target ambisius untuk mensertifikatkan 15.000 hektare tanah yang belum terdaftar…







