Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengungkapkan bahwa kebijakan ekonomi Presiden Prabowo Subianto yang menekankan ekonomi kerakyatan sejalan dengan prinsip-prinsip yang terdapat dalam ayat-ayat Allah. Presiden PKS, Almuzzammil Yusuf menyatakan bahwa ayat-ayat Allah banyak bicara tentang ekonomi kerakyatan, yang menjadi landasan perjuangan ekonomi PKS. Sebagai contoh, ia mengutip Surat Al Ma’un ayat 1-2 yang menyatakan bahwa orang yang menghardik anak yatim adalah pendusta agama. PKS berkomitmen untuk mendukung terwujudnya Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945 demi menciptakan ekonomi inklusif, berkelanjutan, dan berkeadilan.
Presiden PKS juga menyoroti peran penting koperasi dalam perekonomian Indonesia, yang disusun atas asas kekeluargaan sesuai dengan Pasal 33 UUD 1945. Ia menegaskan bahwa pembangunan koperasi di desa-desa, termasuk pendirian bank pertama milik bangsa Indonesia, merupakan upaya nyata untuk tumbuhnya ekonomi kerakyatan. PKS juga memberikan apresiasi terhadap kontribusi Profesor Sumitro Djojohadikusumo dalam memajukan kredit rakyat dan menekankan pentingnya inklusivitas akses keuangan kepada rakyat kecil.
Lebih lanjut, Presiden Prabowo Subianto telah meluncurkan program Pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat desa. Program ini bertujuan memperkuat ekonomi desa melalui pendekatan gotong royong, kekeluargaan, dan saling membantu. Dalam Rapat Terbatas di Istana Negara, diluncurkan 80.000 koperasi desa dengan nama Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, sebagai langkah nyata untuk memajukan ekonomi kerakyatan di Indonesia.












