DFSK menguji kemampuan mobil plug-in hybrid (PHEV) E5 Plus melalui perjalanan darat dari Jakarta menuju Bali dalam agenda E5 Plus Indonesia Media Journey. Perjalanan yang berlangsung pada Sabtu, 26 September 2026, itu tidak hanya menyoroti performa kendaraan untuk menempuh jarak jauh, tetapi juga memperkenalkan pemanfaatan teknologi Vehicle-to-Load (V2L).
Menguji PHEV di Beragam Karakter Jalan
Rute menuju Bali dipilih untuk memperlihatkan cara kerja E5 Plus dalam kondisi perjalanan yang beragam. Kendaraan tersebut akan melintasi jalan tol, kawasan perkotaan, lalu lintas padat, serta jalur dengan kontur menanjak dan menurun.
Melalui agenda ini, DFSK memberikan kesempatan kepada media dan key opinion leader (KOL) untuk merasakan langsung kemampuan E5 Plus di jalan sebenarnya. Pengujian tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan untuk memperkenalkan kendaraan melalui pengalaman berkendara, bukan hanya melalui spesifikasi atau materi peluncuran.
COO PT Sokonindo Automobile, Franz Wang, mengatakan perjalanan itu dirancang agar peserta dapat memahami karakter kendaraan secara langsung.
“Kami tidak ingin rekan-rekan media dan KOL hanya mengenal E5 Plus melalui presentasi, spesifikasi, atau siaran pers. Melalui Media Journey ini, kami ingin memberikan pengalaman langsung mengenai bagaimana E5 Plus bekerja dan memberikan pengalaman berkendara dalam kondisi nyata,” ujar Franz Wang dalam keterangannya, Sabtu, 26 September 2026.
V2L Memasok Listrik dari Baterai Mobil
Selain menggerakkan kendaraan, baterai E5 Plus dapat dimanfaatkan sebagai sumber listrik untuk perangkat eksternal melalui teknologi V2L. Sistem ini memungkinkan energi yang tersimpan di baterai dialirkan ke perangkat elektronik selama kebutuhan dayanya masih berada dalam batas kemampuan kendaraan.
Dalam perjalanan Jakarta-Bali, fungsi tersebut menjadi salah satu aktivitas yang akan diuji. Perangkat seperti laptop, lampu, kamera, maupun peralatan elektronik lainnya dapat memperoleh pasokan listrik dari mobil. Pemanfaatannya tetap bergantung pada kapasitas daya yang tersedia pada sistem kendaraan.
Fungsi V2L membuat kendaraan elektrifikasi dapat digunakan untuk kebutuhan tertentu di luar mobil, termasuk ketika kendaraan dipakai dalam perjalanan jauh atau aktivitas luar ruang. Namun, sumber listrik tersebut tetap perlu digunakan sesuai kemampuan sistem kendaraan.
Konsep “Electric for Daily, Hybrid for Journey”
DFSK memosisikan E5 Plus sebagai Dual-Energy Premium Urban SUV yang menggabungkan tenaga listrik dan mesin bensin. Konsep itu dirangkum melalui filosofi “Electric for Daily, Hybrid for Journey”.
Dalam pemakaian sehari-hari, tenaga listrik ditujukan untuk mendukung mobilitas, sedangkan mesin bensin memberikan fleksibilitas ketika kendaraan digunakan untuk perjalanan yang lebih panjang. Perjalanan ke Bali menjadi kesempatan untuk mengeksplorasi konsep tersebut setelah E5 Plus diperkenalkan melalui sejumlah agenda, termasuk GIIAS 2026 dan peluncuran regional.
Untuk menunjang kenyamanan, E5 Plus dibekali layar hiburan belakang berukuran 15,6 inci, ventilated seat pada baris pertama dan kedua, serta sistem pemurnian udara dengan sensor PM2.5.












