Coolant Bebas Glycol Mulai Masuk Indonesia: Ini Keunggulannya

Produk coolant tanpa glycol mulai diperkenalkan ke pasar Indonesia untuk menjawab kebutuhan kendaraan berperforma tinggi, khususnya mobil yang digunakan dalam kompetisi balap. Produk bernama Prestone Coolant Racing itu diperkenalkan PT Laris Chandra dalam ajang Automechanika Expo.

Berbeda dari coolant konvensional yang umumnya menggunakan glycol, produk tersebut memakai formulasi berbasis air demineralisasi. Penggunaan formula non-ethylene glycol terutama berkaitan dengan aspek keselamatan di lintasan balap, tempat tumpahan cairan dari radiator dapat memengaruhi kendaraan lain.

Risiko coolant glycol saat radiator pecah

Radiator pada mobil balap umumnya berada di bagian depan kendaraan. Ketika terjadi tabrakan dan radiator mengalami kerusakan, cairan pendingin berpotensi tumpah ke permukaan lintasan. Coolant berbasis glycol dinilai dapat membuat permukaan jalan menjadi licin.

“Ini adalah produk racing, jadi ini non-ethylene glycol. Kenapa non-ethylene glycol, karena pada saat tabrakan atau radiator pecah, radiator yang posisinya ada di depan, maka coolant tidak akan menyebabkan permukaan jalan menjadi licin,” ujar Brand Strategist PT Laris Chandra, Johnson Wijaya, dikutip VIVA Otomotif pada Jumat, 25 September 2026.

Menurut rilis produk, faktor tersebut menjadi perhatian dalam kompetisi karena mayoritas regulasi balap internasional melarang penggunaan coolant berbasis glycol. Larangan itu ditujukan untuk mengurangi risiko permukaan lintasan menjadi licin apabila terjadi kebocoran atau kerusakan pada sistem pendingin kendaraan.

Dirancang untuk menjaga suhu mesin balap

Sebagai pengganti glycol, Prestone Coolant Racing menggunakan air demineralisasi berkualitas tinggi yang dipadukan dengan teknologi corrosion inhibitor. Formula ini diklaim membantu menurunkan tegangan permukaan pada komponen berbahan aluminium, sehingga perpindahan panas dari mesin dapat berlangsung lebih optimal.

Kinerja sistem pendingin menjadi krusial pada kendaraan balap karena mesin bekerja dengan beban yang lebih tinggi selama kompetisi. Kondisi tersebut membuat temperatur komponen harus tetap dikendalikan agar sistem pendingin dapat menjalankan fungsinya.

Meski berbasis air, produk ini disebut tetap memberikan perlindungan terhadap korosi. PT Laris Chandra mengklaim formulanya memberikan perlindungan terhadap karat dan korosi 10 kali lebih efektif dibandingkan air murni. Produk tersebut juga disebut memenuhi standar ASTM D3306.

Perlindungan yang ditawarkan mencakup komponen logam maupun non-logam pada sistem pendingin. Berdasarkan keterangan perusahaan, coolant ini dirancang untuk membantu melindungi aluminium, water pump, radiator, selang karet, plastik, serta seal.

Dengan formulasi tersebut, Prestone Coolant Racing diposisikan sebagai produk khusus kendaraan kompetisi yang membutuhkan pengendalian temperatur mesin sekaligus mempertimbangkan faktor keselamatan ketika kendaraan mengalami kerusakan di lintasan.

Source link