Berita  

RI: Pasar atau Produsen Halal Dunia? Inilah Yang Harus Dipilih!

BI: Optimalkan Potensi Sektor Halal Indonesia untuk Tingkatkan Ekonomi

Bank Indonesia (BI) baru-baru ini mengungkapkan bahwa Indonesia memiliki potensi sektor halal yang besar namun belum optimal. Menurut Kepala Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah BI, Dadang Muljawan, pangsa halal Indonesia di pasar global masih terbuka lebar.

Potensi Sektor Halal Indonesia

Data dari BI menunjukkan pertumbuhan rantai nilai sektor halal unggulan (Halal Value Chain/HVC) Indonesia sebesar 6,8% pada kuartal pertama 2026. Meskipun begitu, Dadang menyoroti bahwa inklusi keuangan syariah baru mencapai 13,41%, menandakan masih banyak ruang untuk peningkatan bagi sektor ini.

Transformasi Menuju Produksi Produk Syariah

Agar potensi sektor syariah ini bisa dioptimalkan, BI menekankan pentingnya Indonesia untuk tidak hanya menjadi konsumen produk syariah, tetapi juga menjadi produsen. Dengan demikian, BI berencana untuk merubah pola ekonomi nasional dari pola konsumsi menjadi produksi.

Perubahan ini diharapkan dapat mendukung pengembangan ekonomi dan keuangan syariah yang menjadi bagian dari Asta Cita. BI menegaskan perlunya beralih dari posisi konsumer menjadi produsen, serta fokus pada peningkatan nilai tambah produk dan jasa yang dihasilkan.

Selain itu, BI juga mencita-citakan agar pasar syariah domestik bisa menjadi landasan untuk memajukan industri dan teknologi dalam negeri, sehingga dapat bersaing secara global. Hal ini sejalan dengan rencana BI untuk mentransformasi sektor yang transfragmentasi menjadi ekosistem terintegrasi.

Sinergi antara Stakeholder

Terakhir, BI menekankan pentingnya sinergi antara regulator, pelaku usaha, dan akademisi guna optimalisasi pasar syariah di Indonesia. Sinergi ini diharapkan dapat mempercepat pertumbuhan sektor halal dalam negeri dan mengangkat Indonesia sebagai produsen produk halal yang kompetitif di pasar global.

Source link