Festival Ebeg Banjarnegara: Semangat Pelestarian Budaya dan Pemberdayaan Ekonomi
Sebuah pagelaran seni tradisional yang tak hanya menghibur, namun juga menjadi ruang pelestarian budaya dan peluang ekonomi, Festival Ebeg di Kelurahan Semampir, Banjarnegara, Jawa Tengah telah sukses digelar. Acara yang berlangsung selama dua hari pada akhir pekan lalu ini berhasil menarik ribuan pengunjung, termasuk pecinta kuda lumping, untuk menyaksikan penampilan 20 kelompok seni ebeg dari berbagai kecamatan di Banjarnegara.
Menjaga Warisan Budaya Banyumasan
Dalam festival yang digagas oleh Karang Taruna Kelurahan Semampir ini, selain menampilkan pertunjukan seni, juga diadakan bazar UMKM yang melibatkan pelaku usaha lokal. Ketua panitia, Yuli Pramono, menyatakan bahwa festival ini bertujuan untuk memperkenalkan potensi budaya Banyumasan sekaligus menjadi ajang silaturahmi para seniman ebeg.
Menurut Yuli, Banjarnegara memiliki sekitar 300 kelompok seni ebeg yang menjadi kekayaan budaya daerah. Ajang seperti festival ini diharapkan dapat menjadi ruang pertunjukan dan kompetisi bagi seni tradisional tersebut agar tetap berkembang. Penampilan kelompok seni yang tampil dalam festival dipilih melalui seleksi daring, dengan kriteria seperti wiraga, wirama, wirasa, kreativitas, dan kesesuaian dengan tema budaya Banyumasan.
Regenerasi Seni Lokal Melalui Generasi Muda
Zaki Mubarok, anggota DPRD Jawa Tengah, memberikan apresiasi terhadap upaya generasi muda dan Karang Taruna dalam menjaga keberlangsungan seni tradisional ebeg. Menurutnya, regenerasi menjadi kunci agar kesenian ini tetap hidup dan diminati oleh generasi berikutnya. Ia berharap festival seperti ini dapat menjadi agenda tahunan dan setiap kelompok seni ebeg terus melakukan regenerasi dengan melibatkan anak-anak dan remaja.
Selain sebagai ajang seni dan budaya, Festival Ebeg juga diramaikan dengan bazar UMKM dan pernak-pernik kuda kepang. Keberadaan para pelaku usaha lokal ini tidak hanya memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar, tetapi juga menambah daya tarik acara festival tersebut.
Kepala Bidang Kebudayaan Disparbud Banjarnegara, Kuat Her Isnanto, menegaskan pentingnya pengembangan festival semacam ini karena selain memiliki nilai budaya yang kuat, juga memberikan peluang ekonomi bagi masyarakat setempat. Keselarasan antara pelestarian budaya dan pemberdayaan ekonomi diharapkan mampu menjadikan Festival Ebeg sebagai agenda budaya utama Banjarnegara dan memperkuat identitas Banyumasan.












