Ferrari Testarossa Baru: Eksklusif Peluncuran di Indonesia

Ferrari Perkenalkan Model 849 Testarossa di Pasar Indonesia

Jakarta, VIVA – Ferrari secara resmi meluncurkan model 849 Testarossa di pasar Indonesia setelah sebelumnya diperkenalkan pada media internasional dan pelanggan global. Kehadiran mobil sport ini menandai berakhirnya era SF90 Stradale sebagai mobil hybrid plug-in bermesin V8 dalam lineup Ferrari.

Ferrari Hadirkan Berbagai Varian Mobil Andalannya

Nama Testarossa bukan hal baru bagi penggemar otomotif. Ferrari memperkenalkannya pada mobil sport legendaris pada era 1980-an, dengan akarnya yang sudah muncul sejak mobil balap 500 TR pada 1956. Sekarang, nama ini dihidupkan kembali dalam bentuk supercar dengan teknologi modern.

Dikutip dari keterangan resmi, Ferrari 849 Testarossa menampilkan mesin V8 twin-turbo yang dipadukan dengan tiga motor listrik dalam sistem plug-in hybrid. Total kombinasi ini menghasilkan tenaga hingga 1.050 daya kuda, meningkat sekitar 50 daya kuda dari model sebelumnya.

Desain dan Fitur Baru pada Ferrari 849 Testarossa

Di samping peningkatan performa, Ferrari juga berfokus pada kenyamanan berkendara, pengendalian, serta efisiensi sistem hybrid pada mobil ini. Desain eksterior Testarossa ditata dengan garis tegas inspirasi mobil balap Ferrari pada dekade 1970-an, dengan penambahan elemen aerodinamika untuk meningkatkan gaya tekanan tanpa mengorbankan efisiensi.

Pabrikan tersebut juga melakukan penyempurnaan pada kabin dengan pendekatan ergonomis. Salah satu hal menarik adalah penggunaan tombol mekanis pada setir, termasuk tombol starter khas Ferrari. Meski berfokus pada performa, Ferrari tetap memperhatikan keselamatan dengan sistem bantuan pengemudi seperti Adaptive Cruise Control, Automatic Emergency Braking, Blind Spot Detection, Lane Keeping Assist, dan pengenal rambu lalu lintas.

Di balik performa tinggi, Ferrari juga menyasar aspek keberlanjutan dengan penggunaan aluminium daur ulang pada beberapa komponen utama mesin. Hal ini bertujuan untuk mengurangi jejak emisi karbon dalam proses produksi.

Sumber: VIVA.co.id

Source link