Puslabfor Investigasi Dugaan Medan Listrik Picu Masalah Mesin Taksi di Bekasi Timur

Puslabfor Dalami Kaitan Antara Mesin Taksi Green SM dengan Perlintasan Rel Kereta di Bekasi Timur

Jakarta – Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, menyatakan bahwa Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) akan mendalami kaitan antara berhenti beroperasinya mesin Taksi Green SM dengan perlintasan rel kereta yang bermuatan listrik terkait kasus kecelakaan kereta di Bekasi Timur.

Budi menjelaskan bahwa ruang perlintasan rel kereta api yang bermuatan listrik sangat berbahaya jika digunakan untuk melewati rel yang memiliki medan magnet dan medan listrik. Oleh karena itu, Puslabfor akan melakukan pendalaman terkait hal ini.

Pendalaman tersebut diperlukan karena taksi listrik tersebut beralih ke posisi gear parkir saat berada di atas rel. Hal ini menjadikan perubahan posisi mesin secara tiba-tiba, dan Puslabfor akan mengkaji apakah ada pengaruh dari medan listrik dan medan magnet yang menyebabkan mesin mogok.

Sopir Taksi Listrik Negatif Konsumsi Alkohol

Budi juga menyatakan bahwa sopir taksi listrik RRP dinyatakan negatif mengonsumsi alkohol melalui tes urine. Statusnya saat ini masih sebagai saksi dalam kasus kecelakaan yang menewaskan 16 orang penumpang.

RRP baru saja masuk kerja pada hari ketiga sebelum kejadian, setelah menjalani pelatihan singkat selama satu hari terkait pengenalan fitur dasar mobil listrik. Meskipun telah menjalani pemeriksaan, statusnya masih sebagai saksi dalam kasus tersebut.

Insiden Kecelakaan di Bekasi Timur

Kecelakaan maut di Bekasi Timur terjadi ketika taksi Green SM mogok di perlintasan sebidang karena gangguan sistem kelistrikan, dan kemudian dihantam oleh KRL yang melintas, menewaskan 16 orang. Imbas dari kecelakaan ini, satu rangkaian KRL terhenti darurat di Stasiun Bekasi Timur dan ditabrak dari belakang oleh KA Argo Bromo Anggrek.

Source link