Polda Metro Jaya berhasil mengungkap identitas dua terduga pelaku kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus. Dua pelaku yang diidentifikasi dengan inisial BHC dan MAK merupakan bagian dari data Polri. Meskipun demikian, penyelidikan menunjukkan bahwa pelaku diduga jumlahnya lebih dari empat orang berdasarkan keterangan dari 15 saksi yang telah dimintai keterangan. Selain itu, Polda Metro Jaya juga membuka layanan pengaduan hotline 110 dan nomor 081285599191 untuk menerima informasi dari masyarakat terkait kasus ini.
Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya sedang mendalami 86 kamera pengawas (CCTV) di tempat kejadian. Meskipun demikian, Kapolri Listyo Sigit Prabowo menegaskan bahwa Polri tidak hanya mengandalkan rekaman CCTV, tetapi juga akan mencari sumber informasi dan alat bukti lainnya. Presiden telah memerintahkan kepolisian untuk menuntaskan kasus ini, dan Polri bertekad untuk mengungkap kasus penyiraman tersebut dengan bantuan informasi dari masyarakat. Proses analisis dan pengumpulan bukti-bukti scientific juga sedang dilakukan untuk mendukung proses pengungkapan kasus ini. Semua upaya terus dilakukan agar kasus ini bisa terungkap sepenuhnya.












