Polisi telah mengamankan 16 anak yang diduga terlibat dalam tawuran di Jalan Mayjen Sutoyo, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur yang mengakibatkan satu remaja tewas. Wakasat Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Metro Jakarta Timur, Kompol Sri Yatmini, mengkonfirmasi bahwa 16 anak tersebut telah diamankan untuk pemeriksaan lebih lanjut. Peristiwa tawuran terjadi pada Selasa (10/2) dan telah menjadi fokus penanganan oleh aparat keamanan. Disebabkan luka akibat sabetan senjata tajam selama tawuran, korban akhirnya meninggal dunia pada Jumat (13/2) di Rumah Sakit Polri, Kramat Jati.
Polisi telah melakukan pemetaan lokasi, mengumpulkan keterangan saksi, serta menelusuri identitas remaja yang terlibat dalam insiden tersebut. Setelah diamankan, anak-anak tersebut dilakukan pendataan dan sebagian dipulangkan kepada orang tua mereka dengan pengawasan ketat. Penyelidikan kasus ini telah ditingkatkan menjadi tahap penyidikan untuk mengidentifikasi pihak-pihak yang bertanggung jawab secara hukum.
Proses koordinasi dengan pihak kejaksaan dilakukan untuk memastikan penerapan pasal yang tepat sesuai dengan hukum pidana anak. Polisi juga mengimbau orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak mereka, terutama di luar rumah, guna mencegah keterlibatan dalam tawuran dan kekerasan jalanan. Kasus tawuran ini terdeteksi sebelumnya melalui media sosial dan telah menjadi perhatian Polres Metro Jakarta Timur.
Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) Jaya dilakukan sebagai upaya pencegahan tawuran dan gangguan kamtibmas lainnya menjelang Ramadhan 2026. Posko terpadu dibangun dengan melibatkan berbagai unsur, termasuk kepolisian, TNI/Polri, dan elemen masyarakat untuk mencegah gangguan keamanan. Posko tersebut aktif pada waktu-waktu rawan gangguan keamanan dan beroperasi berdasarkan analisa tingkat kerawanan. Semua langkah ini dilakukan untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di sekitar wilayah Jakarta Timur.












