Setiap tahunnya, tepat pada tanggal 20 November, dunia memperingati Hari Anak Sedunia atau World Children’s Day. Pada tahun 2025, tema yang diangkat oleh UNICEF adalah “My Day, My Rights” atau “Hariku, Hakku”. Tujuan dari peringatan ini adalah untuk meningkatkan kesadaran global tentang hak-hak anak, kesejahteraan mereka, serta membahas isu-isu yang berpengaruh pada masa depan generasi muda.
Konsep “My Day, My Rights” menggarisbawahi pentingnya anak-anak sebagai pemegang hak yang memiliki hak untuk dilindungi, mendapatkan pendidikan, akses kesehatan, berpartisipasi dalam kehidupan sosial, dan didengarkan suaranya. Dalam memperingati Hari Anak Sedunia, berbagai cara dan kegiatan dapat dilakukan untuk mengangkat suara dan kebutuhan anak-anak.
Salah satunya adalah dengan mempelajari hak-hak anak sebagai langkah awal untuk menjadi pembela hak-hak mereka. Kampanye juga dapat dilakukan, baik melalui kegiatan daring maupun tatap muka, untuk menyoroti pentingnya hak-hak anak dan mengajak pemimpin dunia untuk melindungi dan memenuhi hak-hak tersebut.
Selain itu, kegiatan “kids’ takeovers” memberikan anak-anak ruang untuk mengambil peran penting dalam berbagai bidang seperti media, politik, bisnis, olahraga, dan hiburan. Hal ini bertujuan agar suara anak didengar dan ide-ide mereka diekspresikan untuk menciptakan masa depan yang lebih baik.
Tak hanya itu, pada 20 November, bangunan-bangunan penting di seluruh dunia juga disorot dengan cahaya biru sebagai dukungan terhadap hak-hak anak. Aksi ini sebelumnya telah melibatkan landmark terkenal di berbagai negara, menunjukkan solidaritas dalam memperingati Hari Anak Sedunia.
Dengan berbagai kegiatan tersebut, diharapkan kesadaran akan pentingnya hak-hak anak semakin meningkat. Sehingga, anak-anak dapat tumbuh dan berkembang dalam lingkungan yang mendukung dan melindungi hak-hak mereka.












