Industri otomotif Indonesia mencatat tonggak penting dalam perjalanan menuju era elektrifikasi dengan serah terima 225 unit mobil listrik AION UT oleh PT GAC Aion Indonesia kepada konsumen di Tanah Air. Acara penyerahan dilangsungkan di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta, dan dihadiri oleh ratusan pelanggan serta perwakilan dari komunitas otomotif listrik. Chief Executive Officer Aion Indonesia, Andry Ciu, menyatakan momen ini sebagai langkah besar dalam menghadirkan kendaraan listrik yang diproduksi di Indonesia, bukan sekadar impor. Dari 225 unit yang diserahkan, 80 unit secara simbolis diberikan kepada pembeli pertama dengan sisanya akan segera dikirim ke berbagai daerah, terutama di Jabodetabek.
Berbeda dari peluncuran awal, AION UT dirakit secara CKD di pabrik GAC Aion di Cikampek, Jawa Barat, menandai komitmen dalam mendukung regulasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). Andry menegaskan bahwa GAC Aion akan meningkatkan kandungan lokal dalam produksi ke depan dengan target pada tahun 2026 sebagian besar komponen utama sudah diproduksi di dalam negeri. Mobil listrik AION UT dirancang untuk keluarga muda dan profesional urban dengan dimensi yang sekelas dengan SUV kompak namun dengan kabin yang lapang dan ramah lingkungan. Kapasitas kabinnya mampu menampung lima penumpang dewasa dan memiliki bagasi yang dapat diperluas hingga 1.600 liter dengan kursi belakang dilipat rata.












