Mengapa Penting Mengisi Baterai Mobil PHEV secara Rutin?

Mobil plug-in hybrid electric vehicle (PHEV) menjadi pilihan populer bagi penggemar sensasi mobil listrik tanpa meninggalkan penggunaan mesin bensin sepenuhnya. Dengan baterai yang bisa diisi ulang, PHEV mampu menempuh jarak tertentu hanya dengan menggunakan energi listrik. Namun, sayangnya banyak pemilik PHEV yang jarang memanfaatkan fitur pengisian daya ini.

Kebiasaan jarang mengecas PHEV sebenarnya merugikan pengguna secara finansial dan lingkungan. Mobil akan tetap menggunakan mesin bensin secara dominan, mengurangi efisiensi bahan bakar yang dijanjikan. Hal ini dapat menyebabkan biaya operasional menjadi lebih tinggi dari yang seharusnya dan emisi karbon yang seharusnya ditekan oleh penggunaan listrik tetap tinggi.

Disamping itu, penggunaan baterai PHEV yang jarang diisi ulang juga dapat mengurangi kapasitas optimalnya dengan cepat. Hal ini mirip dengan perawatan baterai pada gadget, yang memerlukan siklus pengisian yang teratur untuk menjaga kinerjanya. Dampaknya tidak hanya terasa dari segi finansial, tetapi juga kenyamanan berkendara dan kontribusi terhadap lingkungan.

Dalam sebuah riset terbaru, masih banyak pemilik PHEV yang belum memanfaatkan mobilnya secara optimal layaknya kendaraan listrik. Untuk mengatasi masalah tersebut, Toyota telah mengembangkan aplikasi bernama ChargeMinder. Aplikasi ini menggunakan pendekatan gamifikasi dan intervensi perilaku untuk mendorong pemilik agar lebih rajin dan disiplin dalam mengecas mobil PHEV mereka.

Dengan adanya aplikasi ChargeMinder, hasil uji coba menunjukkan peningkatan signifikan dalam kebiasaan mengecas mobil hingga 10% di Amerika Serikat dan peningkatan kesesuaian waktu pengisian daya dengan energi terbarukan hingga 59% di Jepang. Dengan begitu, manfaat PHEV sebagai mobil ramah lingkungan dan hemat menjadi lebih terasa bagi pemiliknya.

Source link