Christian Horner meninggalkan Red Bull Racing setelah hampir dua dekade memimpin tim pada tanggal 22 September 2025. Kepergiannya menandai berakhirnya salah satu era paling dominan dalam sejarah Formula 1 modern. Horner memulai karirnya bersama Red Bull Racing sejak tahun 2005, ketika Red Bull mengambil alih tim Jaguar F1. Di bawah kepemimpinannya, Red Bull berhasil meraih 6 gelar Juara Dunia Konstruktor dan 8 gelar Juara Dunia Pembalap, termasuk bersama Sebastian Vettel dan Max Verstappen.
Meskipun prestasinya gemilang, karier Horner diwarnai dengan kontroversi. Setelah dipecat dari jabatannya sebagai Team Principal dan CEO pada Juli 2025 karena dugaan perilaku tidak pantas terhadap seorang karyawan wanita, Horner akhirnya meninggalkan Red Bull Racing sepenuhnya pada 22 September 2025. Laurent Mekies menggantikan posisinya sebagai Team Principal.
Meski kehilangan sosok sentral, Red Bull Racing tetap menunjukkan performa yang tangguh. Bersama Mekies, tim berhasil kembali meraih kemenangan di beberapa balapan, dan Max Verstappen masih bersaing ketat dalam perebutan gelar dunia. Fokus tim kini tertuju pada pengembangan mesin baru yang dibuat berkolaborasi dengan Ford untuk menjaga dominasi pada musim-musim mendatang.
Dengan kepergiannya, Horner meninggalkan warisan besar bagi dunia Formula 1. Speculation pun muncul mengenai kemana langkah selanjutnya akan membawanya. Meskipun belum ada kepastian resmi, banyak yang percaya bahwa Horner tidak akan meninggalkan dunia balap begitu saja. Sebagai salah satu arsitek kesuksesan terbesar dalam sejarah Formula 1, namanya akan selalu dikenang.












