7 Manfaat Jagung: Baik untuk Pencernaan dan Kesehatan Mata

Jagung bukan hanya bahan pangan yang mudah ditemukan, tetapi juga dapat menjadi bagian dari pola makan sehat. Biji-bijian ini mengandung serat, vitamin, mineral, serta antioksidan yang mendukung sejumlah fungsi tubuh. Kandungan nutrisinya dapat berbeda bergantung pada jenis dan cara pengolahannya.

Dikutip dari Healthline, jagung atau Zea mays berasal dari Amerika Tengah dan kini dibudidayakan dalam beragam warna, antara lain kuning, putih, merah, dan ungu. Jagung dapat disantap langsung atau diolah menjadi berondong jagung, tepung jagung, tortilla, minyak jagung, dan berbagai makanan lain. Dalam bentuk yang belum banyak diolah, jagung umumnya mempertahankan lebih banyak serat dan nutrisi.

Manfaat jagung bagi pencernaan dan mata

Salah satu keunggulan jagung adalah kandungan serat tidak larutnya. Jenis serat ini tidak dicerna tubuh, tetapi membantu menambah volume tinja sehingga proses pembuangan sisa pencernaan menjadi lebih lancar. Serat juga dapat menjadi sumber makanan bagi bakteri baik di dalam usus yang berperan dalam menjaga kesehatan sistem pencernaan.

Jagung juga mengandung lutein dan zeaksantin, dua antioksidan yang berkaitan dengan pemeliharaan kesehatan mata. Selain itu, karotenoid dalam jagung dapat digunakan tubuh untuk membentuk vitamin A. Vitamin tersebut dibutuhkan untuk mendukung fungsi retina, kornea, serta bagian pelindung mata.

Kandungan karotenoidnya turut berperan sebagai antioksidan yang membantu melawan peradangan di dalam tubuh. Jagung mengandung kalium, mineral yang berperan dalam membantu menjaga tekanan darah dan mengatur irama jantung. Karena itu, jagung dapat menjadi salah satu pilihan sumber pangan dalam pola makan yang mendukung kesehatan jantung.

Antioksidan, gula darah, dan pola makan sehat

Jenis jagung dengan warna lebih pekat dapat mengandung antioksidan tertentu. Jagung ungu, misalnya, mengandung quercetin, senyawa yang memiliki sifat antioksidan dan antiinflamasi. Senyawa tersebut dapat membantu melindungi sel tubuh dari kerusakan.

Serat pada jagung juga dapat memperlambat pencernaan pati menjadi gula. Akibatnya, penyerapan gula ke dalam darah berlangsung lebih bertahap dan dapat membantu mencegah peningkatan kadar gula darah secara cepat.

Secara alami, jagung tidak mengandung gluten. Kondisi ini membuatnya dapat dikonsumsi oleh orang yang perlu menghindari gluten, termasuk mereka yang memiliki penyakit celiac atau sensitivitas terhadap gluten.

Health juga menyebut jagung sebagai salah satu sumber biji-bijian utuh yang dapat dimasukkan ke dalam pola makan sehat. Konsumsi biji-bijian utuh dikaitkan dengan risiko yang lebih rendah terhadap sejumlah masalah kesehatan, seperti penyakit jantung, kanker kolorektal, diabetes tipe 2, dan obesitas. Namun, manfaat tersebut tetap perlu dilihat bersama keseluruhan pola makan serta cara jagung disajikan.

Source link