Americano tidak otomatis aman bagi orang yang memiliki masalah asam lambung. Meski hanya dibuat dari espresso dan air, minuman ini tetap mengandung kopi serta kafein yang pada sebagian orang dapat memicu atau memperburuk gejala refluks.
Kandungan kopi tetap menjadi perhatian
Americano biasanya disajikan tanpa susu, krimer, atau gula, terutama jika dipesan dalam bentuk sederhana. Komposisi yang lebih sedikit itu kerap membuatnya dianggap lebih ringan bagi penderita asam lambung. Namun, tidak adanya bahan tambahan bukan berarti risiko keluhan akibat kopi ikut hilang.
National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDK) memasukkan kopi dan minuman berkafein sebagai kelompok yang umum dikaitkan dengan munculnya atau memburuknya gejala gastroesophageal reflux disease (GERD) pada sebagian orang. American College of Gastroenterology (ACG) juga menyebut kopi sebagai salah satu minuman yang dapat menjadi pemicu refluks.
GERD terjadi ketika isi lambung naik kembali ke kerongkongan. Refluks tersebut dapat menimbulkan sensasi terbakar di dada atau heartburn, rasa asam yang naik ke tenggorokan, regurgitasi, hingga mual pada sebagian orang. Kopi dan kafein dapat membuat keluhan itu terasa lebih berat pada individu tertentu.
Dengan begitu, persoalannya bukan semata-mata rasa pahit americano atau ada tidaknya susu dan gula. Jika kopi termasuk pemicu refluks seseorang, americano tetap berpotensi menyebabkan gejala meskipun diminum tanpa tambahan apa pun.
Toleransi setiap orang berbeda
Pemicu asam lambung tidak selalu sama pada setiap orang. NIDDK menjelaskan bahwa makanan dan minuman tertentu dapat memunculkan keluhan pada seseorang, tetapi tidak menimbulkan masalah pada orang lain. Karena itu, penderita GERD tidak selalu harus menghindari kopi, selama konsumsi minuman tersebut tidak memicu gejala.
Reaksi tubuh setelah minum americano dapat menjadi petunjuk. Sensasi panas atau terbakar di dada, rasa asam atau pahit di mulut, serta perasaan seperti isi lambung naik ke tenggorokan merupakan keluhan yang perlu diperhatikan. Jika gejala muncul setelah mengonsumsi kopi, mengurangi atau menghentikan sementara minuman tersebut dapat membantu melihat apakah keluhan ikut berkurang.
NIDDK menyarankan penderita GERD mengenali makanan dan minuman yang secara individual memicu gejala. Bila diperlukan, catatan mengenai reaksi tubuh tersebut dapat dibahas bersama dokter untuk menentukan langkah yang sesuai.
Perhatikan waktu minum dan waktu tidur
Selain jenis minuman, jarak antara waktu makan dan waktu berbaring juga penting, terutama bagi orang yang sering mengalami refluks pada malam hari. NIDDK menyarankan jeda setidaknya tiga jam antara makan dan berbaring atau tidur.
Artinya, keputusan untuk tetap minum americano tidak dapat ditentukan hanya dari komposisinya yang sederhana. Penderita asam lambung perlu memperhatikan kandungan kopi dan kafein, jumlah konsumsi, waktu minum, serta reaksi tubuh masing-masing.












