Berita  

Dampak RI Kekeringan & Karhutla, MUI Imbau Salat Istisqa

Jakarta, CNBC Indonesia – Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengimbau seluruh umat Islam di Indonesia untuk menggelar Salat Istisqa guna memohon turunnya hujan. Dalam situasi bencana kekeringan dan kebakaran hutan serta lahan (karhutla) yang melanda beberapa wilayah di Indonesia, ajakan Salat Istisqa diharapkan dapat membawa berkah dan kebaikan bagi masyarakat.

Imbauan Salat Istisqa

Wakil Ketua Umum MUI KH M. Cholil Nafis menyerukan pentingnya Salat Istisqa melalui akun media sosial pribadinya, Kamis (3/9/2026). Dalam keterangannya, KH M. Cholil Nafis menyampaikan perihal kemarau panjang dan kebakaran yang terus terjadi, serta mengajak umat Islam untuk bersatu dalam doa agar hujan segera turun di wilayah-wilayah yang membutuhkan.

Salat Istisqa, menurut KH M. Cholil Nafis, merupakan bentuk tindakan spiritual sebagai wujud ketaatan kepada Allah SWT di tengah cobaan kekeringan yang melanda. Doa bersama dalam Salat Istisqa diharapkan memberikan kekuatan moral dan spiritual bagi masyarakat yang tengah menghadapi musibah.

Kondisi Krisis dan Dampaknya

Fenomena kemarau yang berkepanjangan telah menyebabkan krisis air bersih di berbagai wilayah pemukiman serta peningkatan titik api di hutan Indonesia. Dampak dari kondisi ini tidak hanya merugikan aktivitas sehari-hari masyarakat, tetapi juga mengancam kesehatan akibat polusi asap dari karhutla.

KH M. Cholil Nafis berharap para pengurus masjid, lembaga keagamaan, dan masyarakat yang terdampak dapat segera menjadwalkan Salat Istisqa berjamaah. Usaha ini diharapkan sebagai bentuk solidaritas dan upaya bersama dalam menghadapi musibah yang melanda.

Melalui ajakan ini, MUI mengingatkan bahwa upaya spiritual dan doa bersama memiliki peran yang penting dalam melengkapi upaya teknis dan fisik pemerintah dan petugas lapangan dalam penanggulangan bencana karhutla dan kekeringan.

(miq/miq)

Source link