Gerai Miras HWG di Pantura Comal-Ampelgading Masih Buka Sembunyi-Sembunyi
Keberadaan gerai penjualan minuman beralkohol jaringan Outlet 23 HWG di sekitar jalur Pantura Comal-Ampelgading Pemalang menimbulkan ketegangan di kalangan warga setempat. Gerai ini diduga masih beroperasi secara diam-diam, menyusul protes warga terkait penutupan dua tempat prostitusi di desa Ujunggede Ampelgading Pemalang.
Sembunyi-Sembunyi di Tengah Protes Warga
Hasil pantauan lapangan selama sepekan terakhir mengindikasikan bahwa aktivitas di sekitar gerai tersebut tampak tertutup dari luar. Pintu gerbang utama seringkali hanya setengah tertutup atau ditutup rapat pada jam-jam tertentu. Meskipun demikian, transaksi jual-beli terus berlangsung dengan pembeli datang dan mengetuk pintu samping secara bergantian.
Warga sekitar, salah satunya SV (30), menyatakan bahwa modus operasional gerai tersebut yang tersembunyi sengaja dilakukan untuk mengelabui petugas Satpol PP dan aparat penegak hukum yang rutin melakukan patroli di area Pantura Comal-Ampelgading.
Tuntutan Warga dan Respons Anggota DPR RI
Warga mendesak Forkompincam setempat dan Satpol PP untuk segera melakukan inspeksi mendadak dan mengambil tindakan tegas jika gerai ini melanggar ketentuan izin usaha maupun norma ketertiban umum. Sementara itu, Anggota DPR RI Rizal Bawazier telah mengirim surat kepada pihak terkait untuk menutup gerai tersebut.
Rizal mengungkapkan bahwa telah mengirim surat ke Kapolres, Bupati, dan Kepala Satpol PP Pemalang untuk menindak gerai Outlet 23 HWG. Ia bahkan bertekad untuk turun langsung ke lokasi dalam waktu dekat apabila gerai tersebut masih beroperasi.
Hingga saat ini, pihak pengelola Outlet 23 HWG belum memberikan konfirmasi terkait dugaan praktik penjualan minuman beralkohol secara tersembunyi di gerai tersebut.












