Berita  

Pawai Lampion Kekayaan Budaya Blambangan di Malam Banyuwangi

Ribuan Pelajar Banyuwangi Meriahkan Malam dengan Pawai Lampion

Pasca Karnaval Kemerdekaan yang memukau, ribuan pelajar dari tingkat SD hingga SMA di Banyuwangi menghiasi malam kota dengan ratusan lampion beraneka warna dan bentuk. Acara yang dilaksanakan pada Kamis (13/8/2024) ini merupakan bagian dari peringatan Hari Pramuka ke-65 dan HUT Kemerdekaan RI ke-81. Para peserta membawa lampion-lampion bertema keragaman budaya Banyuwangi dengan penuh semangat.

Festival Lampion: Sebuah Perpaduan Budaya dan Literasi Keuangan

Pawai lampion kali ini tak hanya meriah dari segi budaya, namun juga menghadirkan kolaborasi menarik dengan Peringatan Hari Indonesia Menabung yang diselenggarakan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jember. Festival ini menampilkan berbagai kearifan lokal Banyuwangi, mulai dari wayang, Barong Osing, hingga tarian tradisional dan instrumen musik Angklung Caruk.

Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menyatakan bahwa konsep pawai lampion tahun ini sangat berbeda karena menggabungkan budaya lokal dengan edukasi literasi keuangan. Kolaborasi antara kekayaan budaya dan pentingnya menabung menghasilkan sebuah momentum berharga untuk meningkatkan pemahaman masyarakat, terutama para pelajar.

Peningkatan Literasi Keuangan Melalui Program Satu Rekening Satu Pelajar

Program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) yang diinisiasi dalam acara tersebut diharapkan dapat membantu meningkatkan literasi keuangan anak-anak. Kepala OJK Jember, Aris Budiman, memberikan apresiasi atas semangat para pelajar dalam menjadikan festival lampion sebagai wahana pendidikan keuangan yang kreatif.

Selain sebagai puncak Hari Indonesia Menabung, Banyuwangi dipilih karena dinilai sebagai barometer dalam akses keuangan daerah. Melalui berbagai inovasi dan program literasi keuangan, diharapkan masyarakat dapat semakin cerdas dalam mengelola keuangan, terutama di era digital saat ini.

Source link