Menteri Agama Ingatkan Makna Kurban dalam Pesan Hari Raya Iduladha
Jakarta, CNBC Indonesia – Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menyoroti makna di balik kurban dalam pesan Hari Raya Iduladha 1447 H/2026. Selain itu, Menag juga menekankan pentingnya keikhlasan, kepedulian, dan tanggung jawab sosial dalam kehidupan bersama.
Menurut Nasaruddin, Iduladha mengajarkan nilai-nilai penting seperti keikhlasan, kepedulian, dan tanggung jawab sosial. Keteladanan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail yang mengorbankan segalanya untuk kepentingan umat menjadi contoh yang harus diikuti.
Makna Sosial Ibadah Kurban untuk Ketahanan Pangan
Mengenai ibadah kurban, Menag menekankan makna sosial yang terkandung di dalamnya. Bagi Nasaruddin, kurban bukan hanya sekadar simbol, namun juga wujud nyata dari kepedulian sosial. Daging kurban yang dibagikan dapat menguatkan ketahanan pangan, membantu masyarakat yang membutuhkan, serta berkontribusi pada pemenuhan gizi dan pencegahan stunting.
Menurutnya, semangat berkurban adalah energi kebersamaan yang dapat memperkuat solidaritas, gotong royong, dan keadilan sosial. Dari kepedulian yang sederhana ini, kita dapat membangun bangsa menuju kesejahteraan yang lebih luas.
Momen Iduladha sebagai Waktu Memperluas Manfaat dan Kebaikan
Dalam pesannya, Nasaruddin mengajak semua umat agar menjadikan Iduladha sebagai momen untuk memperluas manfaat, memperkuat empati, dan memastikan bahwa setiap ibadah yang dilakukan dapat memberikan dampak yang positif bagi sesama.
“Selamat Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah. Semoga Allah SWT menerima ibadah kurban kita dan memberkahi bangsa Indonesia,” pungkas Nasaruddin sebagai penutup pesannya.












