Rupang Buddha Nusantara: Ikon Spiritual Baru di Kawasan IKN
Sangha Theravada Indonesia (STI) berencana membangun Rupang Buddha Nusantara setinggi lima meter di Vihara Bhumi Dhamma Nusantara, Ibu Kota Nusantara (IKN) Kalimantan Timur. Proyek monumental ini bertujuan sebagai penanda perayaan Tahun Kencana Setengah Abad STI di Indonesia. Dikatakan oleh Sanghanayaka Sangha Theravada Indonesia, Bhikkhu Sri Subhapañño Mahāthera, bahwa Rupang Buddha Nusantara ini menghadirkan nilai spiritual dan kecintaan terhadap budaya Nusantara sebagai simbol kebajikan, persatuan, dan keberagaman Indonesia.
Bhūmisparsa Mudrā: Inspirasi Rupang Buddha Nusantara
Rupang Buddha Nusantara ini mengadopsi Bhūmisparsa Mudrā, sikap tangan Buddha yang melambangkan bumi sebagai saksi kebajikan. Bentuknya merupakan replika arca Buddha dari Candi Sewu, Jawa Tengah, dengan tinggi lima meter lengkap dengan singgasana. Pembangunan rupang ini diiringi Upacara Pengecoran Rupang Buddha Nusantara di enam wilayah Nusantara sepanjang tahun 2026, sebagai perayaan 50 tahun STI.
Pertegasan Posisi IKN sebagai Ruang Spiritual dan Budaya Nusantara
Rupang Buddha Nusantara akan ditempatkan sebagai objek puja utama di Vihara Bhumi Dhamma Nusantara, IKN. Pembangunan rupang ini merupakan upaya menguatkan kawasan spiritual dan kebudayaan di IKN sebagai wajah baru Indonesia yang inklusif dan beragam. Puncak acara perayaan Tahun Kencana Setengah Abad STI dijadwalkan berlangsung di ICE BSD, Tangerang Selatan, pada 13 Desember 2026 dengan pengenalan resmi Rupang Buddha Nusantara sebagai ikon baru di kawasan IKN.












