Berita  

Kunjungan Edukatif Industri Siswa SMK ke MPM Honda Jatim

MPM Honda Jawa Timur Terima Ribuan Siswa SMK dalam Program Kunjungan Edukatif Industri

Pada Hari Pendidikan Nasional, PT Mitra Pinasthika Mulia (MPM) Honda Jatim terus memperkuat sinergi pendidikan dan industri melalui program kunjungan edukatif di MPM Learning Center Sidoarjo.

Ribuan Siswa SMK Mengikuti Program Edukasi Industri

Antusiasme sekolah terhadap program ini meningkat pesat. Sejak Januari hingga Mei 2026, sebanyak 1.600 siswa dari 21 sekolah SMK di Jawa Timur dan luar Jawa Timur telah berkunjung ke MPM Learning Center Sidoarjo. Jumlah ini meningkat dari 1.685 siswa dari 22 sekolah yang mengikuti program serupa pada tahun sebelumnya.

Program kunjungan edukatif ini merupakan bagian dari implementasi Corporate Social Responsibility (CSR) MPM Honda Jatim yang mendukung peningkatan kualitas pendidikan vokasi di Indonesia.

Pengalaman Belajar Langsung di Lingkungan Industri

Peserta program memiliki kesempatan untuk belajar langsung di lingkungan industri melalui serangkaian kegiatan. Mereka diajak untuk mengenal aktivitas operasional perusahaan, termasuk proses penerimaan, penyimpanan, dan distribusi suku cadang. Di samping itu, mereka juga diajak untuk memahami pentingnya sistem kerja yang terstruktur, ketelitian, serta budaya keselamatan kerja di industri otomotif.

Selain office tour, peserta juga mengikuti edukasi di Safety Riding Center MPM Honda Jatim. Mereka mendapatkan pemaparan mengenai profil perusahaan dan kampanye keselamatan berkendara melalui edukasi “Cari Aman”. Materi ini bertujuan untuk menanamkan kesadaran berlalu lintas, pemahaman risiko di jalan, dan perilaku berkendara yang bertanggung jawab.

Program juga mencakup edukasi servis berkala untuk menjaga mesin agar emisi tetap sesuai standar. Selain itu, para siswa dapat melihat langsung proses perawatan sepeda motor, standar pelayanan AHASS, dan budaya kerja di jaringan Honda.

MPM Honda Jatim berkomitmen untuk terus menghadirkan program-program edukatif guna menjembatani kebutuhan dunia pendidikan dengan dunia industri. Mereka ingin para siswa bukan hanya mendapatkan tambahan wawasan dan keterampilan, tetapi juga membangun karakter, disiplin, serta kesiapan menghadapi dunia kerja.

Source link