Bank Aladin Syariah: Strategi Pengembangan Bisnis di Tahun 2026
Jakarta, CNBC Indonesia- Bank Aladin Syariah tengah menyiapkan strategi pengembangan bisnis untuk menghadapi tantangan tahun bisnis 2026. Presiden Direktur Bank Aladin Syariah, Koko T. Rachmadi, memaparkan bahwa ada 3 strategi utama yang akan diterapkan perusahaan tersebut.
Optimis, Komitmen, dan Kolaborasi
Strategi pertama adalah optimis, di mana Bank Aladin Syariah akan tetap optimis dalam menghadapi perkembangan industri perbankan syariah di masa depan. Komitmen juga menjadi poin penting untuk memastikan kesuksesan bisnis perbankan syariah di tengah persaingan yang semakin ketat. Selain itu, kolaborasi dengan sektor keuangan lainnya juga akan ditekankan guna memperkuat posisi Bank Aladin Syariah di pasar.
Bank Aladin Syariah berencana untuk memaksimalkan pasar domestik agar dapat mencapai target pertumbuhan kredit sebesar 9%-11%. Adapun sektor-sektor yang menjadi fokus pertumbuhan Bank Aladin Syariah di tahun 2026 adalah industri syariah, layanan perbankan digital, halal lifestyle, dan sektor keuangan sosial.
Pergerakan Saham dan Ketentuan Free Float Saham
Selain strategi pengembangan bisnis, pergerakan harga saham Bank Aladin Syariah juga menjadi sorotan. Bagaimana performa saham Bank Aladin Syariah di tengah gejolak pasar keuangan dan ekonomi global?
Di samping itu, Bank Aladin Syariah juga harus memperhatikan ketentuan free float saham yang mengatur persentase saham publik yang harus minimal 15%. Bagaimana pandangan perseroan terkait ketentuan ini? Apakah Bank Aladin Syariah sudah memenuhi syarat tersebut?
Untuk informasi lebih lanjut, simak dialog antara Syarifah Rahma dengan Presiden Direktur Bank Aladin Syariah, Koko T. Rachmadi, dalam segmen Earning Report, Power Lunch, CNBC Indonesia yang disiarkan pada Kamis, 30 April 2026.












