Analisis Faktor Human Error Kecelakaan KRL dan Argo Bromo di Bekasi

Kecelakaan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek: Polda Metro Jaya Dalami Faktor Kelalaian Manusia

Polda Metro Jaya saat ini sedang menyelidiki kecelakaan beruntun yang terjadi antara Kereta Rel Listrik (KRL) dan kereta api jarak jauh KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Timur pada Senin malam.

Penyelidikan Terfokus pada Human Error

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Budi Hermanto, menyampaikan bahwa penyelidikan difokuskan pada dugaan faktor kelalaian manusia (human error) dalam kejadian tersebut. Selain itu, pihak penyidik juga sedang mempertimbangkan potensi gangguan pada sistem komunikasi perkeretaapian.

Budi menjelaskan bahwa dua hal utama yang sedang diselidiki adalah kemungkinan kelalaian manusia dan kendala pada sistem. Semua proses ini masih dalam tahap pendalaman untuk mengungkap penyebab kecelakaan secara lebih detail.

Rangkaian Kejadian

Awal mula kecelakaan terjadi ketika seorang sopir taksi online mengalami gangguan dan berhenti di perlintasan sebidang Jalan Ampera. KRL yang sedang melintas terpaksa berhenti karena taksi tersebut menghalangi jalurnya. Kemudian, KA Argo Bromo Anggrek dari Surabaya Pasar Turi menabrak KRL tersebut dari belakang, menyebabkan kerusakan parah pada kedua kereta.

Data sementara menyebutkan bahwa ada total 106 korban, dengan 16 orang meninggal dunia, 46 orang masih dalam perawatan medis, dan sisanya telah pulang. Polisi juga sedang mengumpulkan barang bukti dan memeriksa saksi-saksi untuk memastikan semua detail terungkap.

Proses hukum akan dilakukan secara transparan dan profesional, sambil tetap memprioritaskan penanganan korban. Budi juga mengingatkan pentingnya kewaspadaan saat melintasi perlintasan sebidang untuk mencegah kecelakaan serupa terjadi di masa mendatang.

Source link