Alasan Nissan Hentikan 11 Model Yang Perlu Anda Ketahui

Nissan melakukan restrukturisasi bisnis global dengan memangkas jajaran produknya, menghentikan 11 model kendaraan untuk menyederhanakan portofolio dan meningkatkan efisiensi. Langkah ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang Nissan dalam mengubah pengembangan dan penjualan mobil di masa depan, terutama dengan perubahan industri otomotif global yang menuju elektrifikasi dan teknologi pintar. Nissan berencana memotong jumlah model global dari 56 menjadi 45 model, fokus pada model yang lebih potensial dan menguntungkan dengan berbagai opsi powertrain seperti mesin konvensional, hybrid, dan listrik.

Perusahaan juga mengubah cara mengelola lini produk dengan membagi kendaraan ke dalam beberapa “keluarga model” yang menggunakan platform, software, dan sistem penggerak yang sama untuk menekan biaya produksi, mempercepat pengembangan mobil baru, dan meningkatkan konsistensi teknologi. Nissan juga berinvestasi dalam teknologi AI dengan menargetkan 90% kendaraannya dilengkapi teknologi AI, termasuk fitur bantuan mengemudi dan sistem pintar yang canggih.

Pengurangan model yang tidak laku dan fokus pada produk unggulan adalah upaya Nissan untuk meningkatkan profitabilitas setelah mengalami tekanan industri. Dengan strategi ini, Nissan berharap memperkuat posisinya di pasar global yang semakin kompetitif. Pemotongan 11 model adalah bagian dari transformasi besar Nissan menuju era kendaraan yang lebih efisien, terintegrasi, dan berbasis teknologi AI, serta untuk terus bergerak seiring dengan perubahan industri otomotif global.

Source link