Pada tanggal 24 Februari 2026, CNBC Indonesia bekerja sama dengan Center for Sharia Economic Development (CSED) INDEF mengadakan acara Sarasehan 99 Ekonom Syariah: Sharia Investment Forum 2026. Acara ini bertema “Pengarusutamaan Ekonomi Syariah sebagai Pilar Baru Pertumbuhan Ekonomi Nasional”.
Menteri Koperasi RI, Ferry Juliantono, menyampaikan pentingnya peran koperasi sebagai penggerak ekonomi masyarakat Indonesia. Nilai budaya masyarakat, termasuk prinsip syariah, dijalankan melalui koperasi. Semangat kekeluargaan, gotong royong, kebersamaan, dan keadilan menjadi landasan bagi koperasi. Oleh karena itu, perlu didorong peran koperasi tidak hanya sebagai penyedia layanan simpan pinjam, tetapi juga bergerak di sektor riil. Di bawah pemerintahan Prabowo, peran koperasi dihidupkan kembali untuk memberikan kontribusi yang lebih besar.
Menyoal pembentukan 80 ribu Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), Menko Ferry menekankan peran penting KDMP dalam mengatasi berbagai masalah ekonomi rakyat. Salah satunya adalah pemberdayaan masyarakat untuk mengatasi permasalahan Pinjol dan meningkatkan penyerapan produk masyarakat, baik dari petani, peternak, nelayan, maupun UMKM.
Untuk informasi lebih lanjut, dapat menyimak dialog antara Ekonom Senior INDEF, Aviliani, dengan Menteri Koperasi RI, Ferry Juliantono, dalam acara Sarasehan 99 Ekonom Syariah di CNBC Indonesia pada tanggal 24 Februari 2026.












