CNBC Indonesia bersama Center for Sharia Economic Development (CSED) INDEF telah menyelenggarakan Sarasehan 99 Ekonom Syariah: Sharia Investment Forum 2026 pada 24 Februari 2026 dengan tema “Pengarusutamaan Ekonomi Syariah sebagai Pilar Baru Pertumbuhan Ekonomi Nasional”.
Dalam acara tersebut, Direktur Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah, Kementerian Haji & Umrah RI, Jaenal Effendi menekankan pentingnya memperkuat ekosistem dan ekonomi dalam pelaksanaan ibadah haji dan umrah agar memberikan manfaat bagi masyarakat Indonesia. Pemerintah juga mendorong pemberdayaan ekonomi lokal melalui ekspor makanan untuk jamaah haji dan umrah serta ekspor 2.280 ton beras ke Arab Saudi guna memanfaatkan kue ekonomi sekitar Rp 60 triliun per tahun di sektor haji dan umrah.
Kepala Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), Fadlul Imansyah turut menyampaikan perkembangan pengelolaan investasi dana haji, termasuk tantangan dalam pengelolaannya karena biaya haji menggunakan mata uang asing seperti Dolar AS dan Real Saudi, sementara masyarakat membayar dengan mata uang Rupiah.
Untuk informasi lebih lanjut mengenai dialog antara Ekonom Senior INDEF, Aviliani dengan Direktur Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah, Kementerian Haji & Umrah RI, Jaenal Effendi dan Kepala Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), Fadlul Imansyah dalam Sarasehan 99 Ekonom Syariah, dapat disimak dalam channel CNBC Indonesia.












