Dalam dunia kendaraan listrik (EV), kecepatan bukan hanya soal sensasi berkendara tetapi juga berdampak langsung pada efisiensi dan jarak tempuh. Baru-baru ini, sebuah uji nyata dilakukan untuk melihat seberapa besar pengaruh kecepatan terhadap jangkauan baterai, dan hasilnya membuka wawasan penting bagi calon pemilik EV serta penggemar otomotif listrik.
Uji tersebut melibatkan seorang penggemar mobil listrik yang menggunakan Tesla Model Y. Pengujian dilakukan dengan tiga lintasan yang sama panjang, masing-masing ditempuh pada kecepatan berbeda – 80, 96, 113, dan 129 km/jam, untuk mencerminkan kondisi jalan raya yang umum. Hasilnya menunjukkan bahwa semakin tinggi kecepatan, semakin besar konsumsi energi baterai per kilometer dan jangkauan keseluruhan akan turun drastis.
Pada kecepatan 80 km/jam, kendaraan menunjukkan efisiensi terbaik dengan konsumsi energi sekitar 224,7 Wh per mil, memberikan jangkauan teoretis sekitar 536 km dari baterai penuh. Namun, pada kecepatan maksimal 129 km/jam, efisiensi turun tajam menjadi 366,2 Wh per mil, sehingga jangkauan teoretis hanya sekitar 328 km.
Analisis ini menunjukkan trade-off antara waktu tempuh dan efisiensi, di mana pengemudi harus mempertimbangkan pengisian daya lebih sering jika menggunakan kecepatan tinggi. Pemahaman mengenai bagaimana variabel-variabel seperti kecepatan, cuaca, topografi jalan, dan gaya mengemudi memengaruhi jangkauan sangat penting bagi pemilik atau calon pembeli EV dalam merencanakan perjalanan dengan lebih tepat. Kecepatan sedang sekitar 96-113 km/jam mungkin menjadi “zona nyaman” antara efisiensi dan waktu tempuh, di mana jangkauan masih cukup untuk menyelesaikan perjalanan tanpa sering mengisi daya.












