Berita  

Fenomena Pisah Ranjang-Cerai Tidur dalam Islam: Maksud & Hukum

Tidur bersama memiliki manfaat dalam hubungan pasangan, seperti memperkuat keterikatan dan keintiman di antara mereka. Namun, jika tidur bersama justru mengganggu kualitas tidur Anda, memisahkan tempat tidur mungkin bisa menjadi solusi. Alasan dari gangguan tidur ini bisa bermacam-macam, mulai dari masalah pernapasan, gangguan hormonal, hingga perubahan pola tidur seperti shift kerja.

Dalam Islam sendiri, ada perbedaan antara sleep divorce dan pisah ranjang. Sleep divorce menggambarkan kondisi pasangan yang memilih untuk tidur di tempat tidur atau kamar yang berbeda tetapi dalam satu rumah, sementara pisah ranjang merujuk pada situasi di mana suami dan istri tidak tinggal bersama dalam satu atap karena konflik pernikahan yang berkepanjangan. Dalam menjalani pisah ranjang, Islam menganjurkan agar suami tetap berada di rumah namun menjauhi istri terutama dalam urusan tempat tidur.

Bagi suami yang ingin melakukan tindakan menjauhi istri (hajr), hal tersebut dilakukan dengan tetap mengikuti aturan syariat, tidak dengan meninggalkan rumah atau mengusir istri. Dalam melakukan hajr, solusinya adalah menjauhi istri dalam hal-hal tertentu, seperti di tempat tidur, dan tidak sebagai bentuk hukuman yang merendahkan martabat istri. Hal ini bertujuan untuk memberikan kesempatan bagi introspeksi dan memperbaiki hubungan rumah tangga.

Source link