Berita  

Mengapa Iran Berubah ke Syiah: Terungkap!

Sebagai negara dengan populasi penganut Islam Syiah terbesar di dunia, Iran memiliki sejarah perubahan dalam kepercayaan agamanya. Pada awal masuknya Islam, mayoritas penduduk Iran mengikuti mazhab Sunni sebelum akhirnya beralih ke mazhab Syiah. Perubahan ini terjadi secara bertahap sejak masa kekhalifahan Umar bin Khattab pada tahun 636 M, ketika pasukan Arab menaklukkan Kekaisaran Persia. Pada abad ke-13, saat bangsa Mongol menguasai wilayah Persia, muncul perubahan signifikan ketika penguasa Mongol, Öljeitü, dan masyarakatnya beralih ke mazhab Syiah setelah dipengaruhi oleh ulama Syiah terkemuka. Dinasti Safawi yang didirikan oleh Shah Ismail I pada abad ke-16 menjadi momen penting dalam perkembangan Syiah di Iran. Pemerintahan Safawi secara aktif menyebarkan ajaran Syiah kepada masyarakat melalui berbagai kebijakan negara, menjadikan mazhab ini sebagai resmi negara serta memperkuat identitas Persia. Meskipun Dinasti Safawi runtuh pada abad ke-18, identitas Syiah tetap kuat dalam kehidupan sosial dan politik Iran. Revolusi besar pada tahun 1979 yang dipimpin oleh ulama Syiah, Ruhollah Khomeini, semakin menguatkan pengaruh Syiah di Iran. Hingga saat ini, mazhab Syiah Imamiyah telah menjadi dasar ideologi negara Iran yang juga memengaruhi sistem politik, hukum, dan struktur pemerintahan Iran.

Source link