Berita  

Perubahan Iran ke Negara Syiah: Sejarah dan Implikasinya

Iran saat ini sedang dilanda peperangan setelah diserang oleh Amerika Serikat dan Israel sejak 28 Februari. Ayatollah Ali Khamenei, Pemimpin Tertinggi Iran, tewas dalam serangan tersebut. Iran membalas dengan menyerang Israel dan kepentingan Amerika di Timur Tengah. Sebagai pusat politik dan agama Syiah terbesar, Iran memiliki sejarah agama yang kaya sebelum Islam tiba. Pada saat itu, agama yang dominan di Iran adalah Zoroastrianisme.

Islam masuk ke Iran melalui penaklukan Arab pada tahun 651 M, dan perpecahan antara Sunni dan Syiah mulai berkembang. Pada tahun 1501, Shah Ismail I mendeklarasikan Iran sebagai negara Syiah, mengubah jalannya sejarah. Era konstitusional pada tahun 1906 memperkenalkan parlemen di Iran, membatasi kekuasaan monarki, namun Islam tetap menjadi agama negara.

Dari 1925 hingga 1979, Iran diperintah oleh dinasti Pahlavi yang memperkenalkan reformasi sekuler, tetapi dengan mempertahankan Islam sebagai agama resmi. Revolusi Islam tahun 1979 menggulingkan rezim Pahlavi dan membentuk Republik Islam Iran dengan hukum Syariah yang dominan dalam kehidupan hukum dan sosial. Saat ini, Iran menjadi pemimpin 15% populasi Muslim Syiah global dengan ulama yang mendominasi lembaga-lembaga kunci negara.

Source link