Berita  

Jadwal Ramadan Internasional 2022: RI-Asia ke Eropa & Amerika

Awal Ramadan di berbagai negara tentunya berbeda-beda setiap tahunnya dan penentuannya pun juga memiliki metode yang berbeda, di mana umumnya ada dua metode yakni Rukyatul Hilal (pengamatan visual) dan Hisab (perhitungan astronomi). Di Arab Saudi, hari pertama bulan suci Ramadan akan jatuh pada Rabu (18/2/2026) atau Kamis (19/2/2026), tergantung pada penampakan bulan baru. Pemerintah Arab Saudi pun mulai melakukan pengamatan sore hari ini waktu setempat. Negara-negara lain mengikuti metode pengamatan bulan mereka sendiri. Beberapa menggunakan perhitungan astronomi untuk fase bulan, sementara yang lain mengandalkan pengamatan lokal tradisional untuk memastikan awal bulan baru.

Ramadan ditentukan oleh kalender bulan Islam, yang dimulai dengan terlihatnya bulan sabit. Arab Saudi dan negara-negara mayoritas Muslim lainnya bergantung pada kesaksian para pengamat bulan untuk menentukan awal bulan tersebut. Agar bulan sabit terlihat, bulan tersebut harus terbenam setelah matahari. Hal ini memungkinkan langit menjadi cukup gelap untuk melihat bagian kecil bulan sabit tersebut. Setelah matahari terbenam pada malam 17 Februari atau hari ke-29 bulan Sya’ban dalam kalender Hijriah, para pengamat bulan menghadap ke barat dengan pandangan cakrawala yang jelas untuk melihat sekilas bulan sabit untuk pertama kalinya. Jika hilal terlihat, maka bulan Ramadan dimulai, dengan hari pertama puasa jatuh pada tanggal 18 Februari. Jika tidak, bulan Syaban akan genap 30 hari, dan hari pertama puasa akan jatuh pada tanggal 19 Februari. Di Arab Saudi, kesaksian orang-orang yang telah melihat bulan dicatat dan Mahkamah Agung Arab Saudi membuat keputusan tentang kapan Ramadan harus dimulai.

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, hari pertama Ramadan di berbagai negara setiap tahunnya berbeda-beda. Pada malam 18 Februari, bulan baru seharusnya terlihat di sebagian besar wilayah dunia. Pada saat itu, bulan akan berusia hampir 26 jam. Bulan akan berada lebih tinggi di langit dan tetap terlihat lebih lama setelah matahari terbenam, sehingga mudah diamati oleh masyarakat. Meski acuan 18 Februari diprediksi menjadi awal Ramadan 2026, tetapi ada potensi juga terjadi di 19 Februari, sehingga tentunya setiap negara potensinya berbeda-beda untuk 1 Ramadan.

Dewan Fiqh Amerika Utara (Fiqh Council of North America/FCNA) dan Masyarakat Islam Amerika Utara (Islamic Society of North America/ISNA), yang keduanya mengikuti perhitungan astronomi, telah secara resmi mengumumkan bahwa Ramadan akan dimulai pada 18 Februari 2026. Perhitungan mereka menyatakan bahwa, saat matahari terbenam di suatu tempat di bumi, elongasi bulan setidaknya harus 8 derajat, dan bulan harus berada setidaknya 5 derajat di atas cakrawala agar dapat terlihat. Dewan Fatwa dan Penelitian Eropa (European Council for Fatwa and Research/ECFR) telah menetapkan bahwa Kamis, 19 Februari, akan menjadi hari pertama Ramadan.

Sebagian besar negara Timur Tengah, yang dipimpin oleh Arab Saudi, tidak akan membuat pengumuman final hingga Selasa malam ini. Jika Mahkamah Agung Arab Saudi menerima kesaksian tentang penampakan tersebut pada Selasa malam, mereka mungkin akan menetapkan Rabu sebagai hari pertama Ramadan. Namun, hal ini sangat tidak mungkin terjadi karena alasan yang telah disebutkan di atas. Di seluruh Asia, awal Ramadan 2026 kemungkinan besar akan jatuh pada Kamis, karena bulan akan terbenam sebelum matahari terbenam di wilayah tersebut pada Selasa malam. Singapura secara resmi telah mengkonfirmasi dimulainya Ramadan pada Kamis, sementara negara-negara di Asia Selatan termasuk India dan Pakistan memperkirakan Kamis sebagai hari pertama berpuasa. Di Afrika, awal Ramadan mengikuti pola yang mirip dengan belahan dunia lainnya, dengan sebagian besar negara memperkirakan Ramadan akan dimulai pada Kamis. Dewan Imam Nasional Australia (Australian National Imams Council) telah mengumumkan bahwa Ramadan akan dimulai pada 19 Februari.

Source link