Percepatan elektrifikasi kendaraan di Indonesia masih menghadapi beberapa tantangan meskipun minat terhadap kendaraan ramah lingkungan terus berkembang. Salah satu masalah utama adalah kesiapan infrastruktur pengisian daya. Untuk mengatasi hal ini, kendaraan hybrid dan plug-in hybrid electric vehicle (PHEV) dianggap sebagai solusi transisi yang realistis. Chery Indonesia melihat momentum strategis dalam situasi ini dan baru-baru ini menyerahkan 5.000 unit TIGGO Series Chery Super Hybrid (CSH) kepada konsumen di Indonesia.
Chery percaya bahwa teknologi hybrid memiliki keunggulan dalam fleksibilitas penggunaan, tidak tergantung sepenuhnya pada infrastruktur pengisian daya seperti kendaraan listrik murni (BEV). Dengan menggunakan mesin pembakaran internal dan motor listrik, teknologi Chery Super Hybrid diklaim dapat memenuhi kebutuhan konsumen Indonesia akan efisiensi bahan bakar, performa, dan kenyamanan berkendara.
Presiden Direktur Chery Sales Indonesia, Zeng Shuo, menyatakan bahwa pencapaian penyerahan 5.000 unit TIGGO Series CSH menguatkan posisi Chery sebagai Best Super Hybrid yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat Indonesia. Data dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) juga menunjukkan bahwa pangsa pasar kendaraan elektrifikasi di Indonesia terus meningkat, mencerminkan pergeseran preferensi konsumen menuju teknologi ramah lingkungan yang praktis untuk digunakan sehari-hari.
Chery juga berhasil mencatat pertumbuhan penjualan yang konsisten di Indonesia sejak Mei 2025, dengan lini TIGGO Series CSH menjadi penopang utama dalam pencapaian tersebut. Dengan berbagai pilihan hybrid untuk segmen konsumen dari entry-level hingga premium, Chery menekankan relevansi produk dengan kondisi dan kebutuhan pasar Indonesia.
Chery berkomitmen untuk terus mengembangkan teknologi super hybrid, memperluas jaringan dealer, dan meningkatkan layanan purna jual sebagai bagian dari upaya mendukung mobilitas rendah emisi serta mempercepat transisi elektrifikasi kendaraan di Indonesia.












