Kepolisian Republik Indonesia melakukan restrukturisasi kepemimpinan di Polda Jawa Barat untuk memperkuat penanganan kejahatan strategis, seperti kekerasan terhadap perempuan dan anak serta perdagangan orang. Rotasi jabatan dan pergantian pejabat utama dilakukan sesuai dengan Surat Telegram Rahasia (STR) Kapolri. Salah satu perubahan signifikan adalah penunjukan Kombes Raydian Kokrosono sebagai Direktur Lalu Lintas Polda Jawa Barat menggantikan Kombes Dodi Darjanto. Selain itu, mutasi juga terjadi pada posisi Irwasda, Direktur Reserse Siber, dan posisi kapolres di beberapa wilayah di Jawa Barat.
Mutasi ini dipandang sebagai bagian dari dinamika organisasi untuk meningkatkan kinerja institusi dan pengalaman penugasan personel kepolisian. Kepala Bidang Humas Polda Jabar, Hendra Rochmawan, menjelaskan bahwa tujuan dari rotasi ini adalah untuk pengembangan karier serta optimalisasi pelaksanaan tugas kepolisian di masa mendatang. Direktorat baru, Dirres PPA dan PPO, juga dibentuk dalam rangka memperkuat penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak serta perdagangan orang yang masih tinggi di Jawa Barat.
Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas penanganan perkara PPA dan PPO serta mendukung program Desk Stop Bullying yang digalakkan oleh Kapolda Jawa Barat. Semua langkah tersebut merupakan upaya Polri untuk meningkatkan kinerja dan mendukung efektivitas penegakan hukum di wilayah tersebut.












