Sugiyanto 20 December 2025 | 19:12 Dibaca 1 kali News
Sekda Jabar, Herman Suryatman meninjau kondisi para santri yang diduga mengalami keracunan massal di RSKK, Desa Nanjungmekar, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung, Sabtu (20/12/2025).
SUARA INDONESIA, BANDUNG – Sebanyak 130 santri Pondok Pesantren Nuurush Sholaah, Dusun Bangkir, Desa Sindanggalih, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang, diduga mengalami keracunan massal usai menyantap makanan katering dalam kegiatan pengajian, Jumat (19/12/2025). Menindaklanjuti peristiwa tersebut, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman, mendatangi Rumah Sakit Kesehatan Kerja (RSKK) Provinsi Jawa Barat di Desa Nanjungmekar, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung, untuk meninjau langsung kondisi para santri yang menjalani perawatan. “Check dan recheck penanganan 130 santri yang mengalami keracunan di Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang. Sebanyak 43 santri dirawat di RSKK Pemda Provinsi Jawa Barat, 28 santri dirawat di sejumlah rumah sakit, yakni RS Unpad, RS AMC, RS Harkel, dan RS Cikopo, sementara 59 santri lainnya dirawat di lokasi pesantren,” ujar Herman Suryatman. Ia menegaskan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama Pemerintah Kabupaten Sumedang bergerak cepat untuk memastikan seluruh santri mendapatkan penanganan medis yang optimal. Herman juga menyampaikan, kondisi para santri yang diduga mengalami keracunan massal tersebut berangsur membaik. “Alhamdulillah, hingga pagi ini, Sabtu (20/12/2025), kondisi seluruh santri menunjukkan perkembangan yang baik. Mohon doa dari seluruh warga Jawa Barat,” pungkasnya. (*)
Pewarta: Sugiyanto Editor: Mahrus Sholih
Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA












