Berita  

Festival Kironggo 2025: Pembaruan Konsep dan Nilai Sejarah

Festival Kironggo Bondowoso 2025 telah dibuka dengan penampilan menarik dari penari yang mempersembahkan tarian tradisional. Acara yang diselenggarakan oleh Disparbudpora Bondowoso ini memang menjadi salah satu puncak acara yang dinantikan. Pemerintah Kabupaten Bondowoso memperluas agenda acara tahun ini dan menggeser sebagian kegiatan ke penghujung tahun untuk memberikan kesempatan kepada masyarakat menikmati lebih banyak perayaan budaya.

Bupati Bondowoso, KH Abdul Hamid Wahid, menjelaskan bahwa Festival Kironggo bukan hanya agenda tahunan biasa, tetapi juga memiliki makna sejarah yang penting bagi daerah tersebut. Acara ini berkaitan erat dengan Babad Bondowoso, cerita tentang berdirinya Bondowoso beserta tokoh-tokoh penting yang membentuk identitas daerah tersebut.

Selain itu, acara ini juga menjadi momen penting untuk mengenang Tragedi Gerbong Maut pada 23 November 1947 yang juga merupakan bagian tak terpisahkan dari sejarah Bondowoso. Menurut Bupati, dua peristiwa penting ini, yaitu kisah Ki Ronggo dan Tragedi Gerbong Maut, menjadi bagian dari jati diri Bondowoso yang lahir dari perjuangan dan pengorbanan.

Pemerintah juga berharap bahwa Festival Kironggo dapat menjadi ruang bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk lebih mengenal sejarah dan budaya daerah mereka. Melalui festival ini, pemerintah ingin memastikan bahwa budaya lokal tetap terjaga, lestari, dan dapat diwariskan kepada generasi selanjutnya. Itulah mengapa festival budaya seperti ini penting untuk memperkuat keterikatan masyarakat terhadap daerahnya dan melestarikan warisan budaya yang ada.

Source link