Berita  

Heboh Temuan Emas di Arab-Makkah: Benarkah Tanda Kiamat?

Temuan emas skala besar di kawasan Timur Tengah dalam satu hingga dua tahun terakhir menarik perhatian dunia. Pada tahun 2024, perusahaan tambang nasional Arab Saudi, Maaden, mengumumkan temuan potensi emas di sepanjang 100 kilometer selatan tambang emas Mansourah Massarah. Hasil eksplorasi menunjukkan kadar emas tinggi, yakni mencapai 10,4 gram per ton (g/t) dan bahkan 20,6 g/t di beberapa titik pengeboran. Penemuan ini merupakan hasil dari program eksplorasi besar-besaran yang diluncurkan sejak 2022, sebagai upaya Arab Saudi mengembangkan sektor pertambangan di luar minyak.

Pertengahan tahun 2025, warga di Raqqa, Suriah, dikejutkan dengan kemunculan bongkahan emas mentah di dasar Sungai Eufrat yang mulai mengering. Fenomena ini menciptakan kehebohan di masyarakat sekitar, dengan banyak orang berusaha mencari emas di bantaran sungai. Berbagai spekulasi muncul terkait temuan ini, termasuk kaitannya dengan tanda-tanda kiamat yang pernah disebut dalam hadist oleh Rasulullah SAW.

Sejarah mencatat bahwa penemuan emas di Makkah bukanlah hal baru. Abdul Muthalib, kakek Nabi Muhammad SAW, sekitar 1.500 tahun lalu menemukan harta karun emas di dekat Ka’bah. Kisah ini menjadi bagian dari sejarah Arab sebelum Islam, di mana Abdul Muthalib digambarkan menemukan emas dari sumur tua yang berasal dari suku Arab kuno. Emas yang ditemukan digunakan untuk memperindah pintu Ka’bah dan pemeliharaan Baitullah, dan sumur tersebut dikenal sebagai Sumur Zamzam, yang sampai saat ini merupakan sumber air yang tidak pernah kering.

Source link