Berita  

KIM Kabupaten Bandung: Garda Terdepan Lawan Hoaks dan Angkat Desa

Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) di Kabupaten Bandung tumbuh secara independen tanpa bergantung pada dana pemerintah. Mereka saat ini menjadi garda terdepan dalam memerangi berita palsu dan mempromosikan potensi lokal di berbagai desa. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Statistik, dan Persandian (Diskominfo) Kabupaten Bandung, Teguh Purwayadi, menegaskan bahwa KIM lahir dari inisiatif masyarakat sendiri, bukan dibentuk oleh pemerintah. Menurutnya, pemerintah hanya memberikan dukungan pada kegiatan KIM seperti sosialisasi atau pelatihan.

Teguh menjelaskan bahwa KIM didanai secara mandiri oleh masyarakat atau pemerintah desa yang bekerja sama dengan Diskominfo. Tidak ada alokasi anggaran khusus untuk KIM, mereka beroperasi secara independen dan Diskominfo hanya memberikan bantuan jika diperlukan. KIM berfungsi sebagai penghubung informasi antara pemerintah dan masyarakat di desa serta sebagai wadah partisipasi warga dalam memerangi penyebaran informasi palsu.

Struktur KIM bersifat terbuka dan fleksibel, di mana kepala desa dapat menunjuk siapa pun dari warga mereka untuk bergabung tanpa batasan jabatan atau latar belakang tertentu. KIM telah membawa dampak positif, seperti KIM Desa Tarumajaya yang meraih prestasi sebagai juara pertama tingkat nasional dan akan mewakili Jawa Barat dalam ajang serupa di Bali. Setiap KIM memiliki fokus sesuai dengan potensi daerahnya masing-masing.

Selain sebagai penyebar informasi, KIM juga mendukung program prioritas Pemerintah Kabupaten Bandung dan membantu menangkal berita palsu di masyarakat. Teguh berkomitmen untuk terus memberdayakan KIM sebagai bagian dari inovasi komunikasi publik di daerahnya. Dengan kemajuan teknologi, KIM sebagai citizen journalist memiliki peran penting dalam menyebarkan informasi publik dan potensi desa.

Source link