Banyuwangi, pusat pertumbuhan ekonomi di Jawa Timur, terus mendapatkan dukungan dari Bank Indonesia dan Pemprov Jatim untuk mengakselerasi investasi di daerah tersebut. Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menyambut baik inisiatif tersebut dan telah berdiskusi dengan pihak terkait mengenai potensi dan proyek-proyek yang perlu ditingkatkan.
Asisten Direktur Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur, Petrus Endria, bersama dengan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu dari Pemprov Jatim, Dyah Wahyu, bertemu dengan Bupati Banyuwangi untuk membahas percepatan investasi di daerah tersebut. Dalam pertemuan tersebut, Ipuk Fiestiandani membeberkan program dan proyek yang membutuhkan intervensi lebih, seperti pengembangan infrastruktur dan kawasan industri di Banyuwangi.
Selain itu, Banyuwangi juga fokus pada investasi di sektor pertanian dan pangan, dengan banyak petani yang sudah mengembangkan produk organik. Bank Indonesia hadir untuk menggali lebih jauh potensi investasi di Banyuwangi, sebagai bagian dari upaya mencapai target pertumbuhan ekonomi nasional yang ditetapkan oleh Presiden.
Berdasarkan data BPS, Banyuwangi memiliki potensi investasi besar, dengan PDRB tertinggi ke-8 di Jatim. Infrastruktur yang mendukung di Banyuwangi, seperti pelabuhan, bandara, dan pabrik kereta api, memperkuat akselerasi pertumbuhan investasi. DPM PTSP Jatim juga menilai Banyuwangi sebagai salah satu wilayah pengungkit investasi terbesar di Jatim, dengan total investasi mencapai triliunan rupiah.
Dengan berbagai potensi yang dimiliki, Banyuwangi diyakini memiliki peluang besar untuk menjadi tujuan investasi utama di Jatim. Pemprov Jatim akan terus mendukung pengembangan perekonomian Banyuwangi, termasuk dalam bidang pariwisata, industri hilir, rantai pasok logistik, dan distribusi barang serta transportasi. Seluruh pihak optimis bahwa Banyuwangi akan terus berkembang sebagai magnet investasi di Jawa Timur.












