10 Makanan yang Harus Dihindari Penderita Penyakit Ginjal

Gangguan fungsi ginjal membuat kemampuan organ tersebut dalam menyaring limbah, racun, dan kelebihan cairan dari tubuh menurun. Karena itu, penderita penyakit ginjal perlu lebih cermat mengatur pola makan. Sejumlah nutrisi, terutama natrium, kalium, fosfor, dan protein, umumnya perlu dibatasi agar tidak menambah beban kerja ginjal.

Makanan tinggi garam dan kalium perlu dibatasi

Natrium atau garam menjadi salah satu asupan yang perlu diperhatikan. Makanan olahan, makanan kaleng, sosis, kornet, mi instan, serta camilan asin termasuk jenis pangan yang umumnya mengandung natrium tinggi.

Konsumsi natrium secara berlebihan dapat menahan cairan di dalam tubuh. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan tekanan darah dan membuat ginjal bekerja lebih berat. Karena itu, penderita penyakit ginjal perlu memperhatikan tidak hanya garam yang ditambahkan saat memasak, tetapi juga kandungan natrium dalam makanan kemasan dan makanan olahan.

Kalium juga harus disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien. Pisang, alpukat, jeruk, kentang, tomat, dan bayam merupakan beberapa makanan yang dikenal tinggi kalium. Pada ginjal yang mengalami gangguan, kelebihan kalium dapat sulit dikeluarkan sehingga menumpuk di dalam darah.

Penumpukan tersebut, yang disebut hiperkalemia, dapat memicu gangguan irama jantung dan berisiko menimbulkan kondisi berbahaya. Meski demikian, bukan berarti semua penderita penyakit ginjal harus menghindari makanan tinggi kalium dalam jumlah yang sama. Porsi dan jenis makanan yang diperbolehkan bergantung pada tahap penyakit ginjal serta apakah pasien telah menjalani dialisis atau terapi cuci darah.

Waspadai fosfor dan protein berlebihan

Asupan fosfor juga perlu dikendalikan. Produk olahan susu seperti keju, yoghurt, dan susu sapi, jeroan, kacang-kacangan, serta minuman bersoda berwarna gelap, termasuk cola, merupakan contoh makanan dan minuman yang tinggi fosfor.

Kadar fosfor yang terlalu tinggi dalam darah dapat mengikis kalsium dari tulang. Jika berlangsung, kondisi ini dapat membuat tulang menjadi rapuh. Oleh sebab itu, pemilihan makanan bagi penderita penyakit ginjal perlu mempertimbangkan kandungan fosfor, bukan hanya rasa atau jumlah makanan yang dikonsumsi.

Protein hewani pun tetap dibutuhkan tubuh, tetapi konsumsinya tidak boleh berlebihan. Daging merah dan daging olahan dalam porsi besar dapat menghasilkan lebih banyak sisa metabolisme berupa urea. Zat tersebut harus disaring oleh ginjal, sehingga asupan protein yang berlebihan dapat menambah beban penyaringan organ tersebut.

Pengaturan diet ginjal tidak dapat disamaratakan untuk semua pasien. Tahap penyakit dan status dialisis menjadi faktor yang perlu dipertimbangkan sebelum menentukan makanan yang harus dibatasi. Kemkes dan sumber lain menganjurkan konsultasi secara personal dengan dokter spesialis penyakit dalam atau ahli gizi klinis agar porsi serta jenis makanan disesuaikan dengan kondisi pasien.

Source link