Kebiasaan mencuci telur setelah membelinya tidak selalu membuat bahan pangan ini lebih aman. Untuk telur kemasan yang dijual secara komersial, pencucian ulang di rumah justru dapat meningkatkan risiko kontaminasi. Penanganan yang tepat bergantung pada asal telur dan apakah cangkangnya masih memiliki lapisan pelindung alami.
Telur kemasan tidak perlu dicuci ulang
United States Department of Agriculture (USDA) menjelaskan bahwa telur yang telah dikemas dan dipasarkan secara komersial umumnya sudah melalui proses pencucian serta sanitasi sebelum dijual. Proses tersebut dilakukan menggunakan bahan dan suhu tertentu untuk membantu mencegah air masuk melalui pori-pori kecil pada cangkang.
Karena itu, telur jenis ini tidak perlu dicuci kembali di rumah. Air yang digunakan untuk mencuci berpotensi masuk ke bagian dalam telur melalui pori-pori cangkang dan membawa kontaminan. Secara alami, ayam juga menghasilkan lapisan pelindung pada permukaan cangkang ketika telur dikeluarkan. Lapisan tersebut membantu melindungi isi telur dari paparan kotoran.
USDA menyarankan telur kemasan tetap disimpan dalam karton aslinya dan ditempatkan di lemari es. Suhu penyimpanan yang dianjurkan sekitar 4,4 derajat Celcius atau lebih rendah. Karton asli digunakan selama penyimpanan, sementara telur sebaiknya tidak dikeluarkan dari lemari es terlalu lama.
Perlakuan berbeda untuk telur dari peternakan
Telur yang berasal dari ayam peliharaan atau peternakan memiliki penanganan berbeda, terutama jika masih terdapat kotoran pada cangkangnya. Mengutip Health Digest, telur semacam ini sebaiknya tidak direndam ketika dicuci. Air yang telah bercampur dengan kotoran dapat masuk melalui pori-pori cangkang.
Colorado State University menyarankan telur dicuci di bawah air mengalir dengan suhu sekitar 43 hingga 48 derajat Celcius. Bila kotoran sulit dihilangkan, sabun pencuci piring tanpa pewangi dapat digunakan. Cara tersebut berbeda dari telur kemasan yang telah menjalani proses pencucian dan sanitasi sebelum sampai ke konsumen.
Telur dari peternakan tetap dapat disimpan di lemari es hingga akan digunakan. Namun, apabila lapisan pelindung alaminya masih utuh, telur tersebut juga dapat disimpan pada suhu ruang selama sekitar dua minggu.
Untuk telur yang sudah dikeluarkan dari lemari es, waktu penyimpanannya pada suhu ruang perlu dibatasi. Jika hendak dimasak, telur sebaiknya tidak dibiarkan di luar lemari es lebih dari dua jam.












