Soekarno Run Banyuwangi 2026 yang diikuti hampir 5.000 peserta dari 26 provinsi berpotensi berkembang menjadi ajang lari bertaraf internasional. DPD PDI Perjuangan Jawa Timur selaku inisiator menyatakan lomba tersebut akan kembali digelar di Banyuwangi pada 2027 dengan total hadiah yang ditingkatkan menjadi Rp5 miliar.
Keputusan itu disampaikan Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur Said Abdullah setelah pelaksanaan Soekarno Run Banyuwangi 2026 pada Minggu (20/9/2026). Menurut Said, rencana tersebut telah dibahas dan disepakati dalam rapat jajaran DPD.
Hadiah dan kategori lomba ditambah
“Kami DPD sudah rapat dan memutuskan, insyaallah hadiah Soekarno Run tahun depan di Banyuwangi Rp 5 miliar,” kata Said.
Ia mengatakan peningkatan hadiah akan disertai penambahan kelas lomba. Perubahan itu diharapkan memberi lebih banyak pilihan kategori serta tantangan bagi peserta pada penyelenggaraan tahun depan.
Said juga menempatkan Soekarno Run sebagai ajang lari unggulan di Jawa Timur. “Kalau Jawa Tengah punya Borobudur Marathon, kita di Jawa Timur punya Soekarno Run Banyuwangi,” ujarnya.
Selain aspek kompetisi, Said menyebut kegiatan tersebut membawa pesan mengenai pentingnya pola hidup sehat bagi generasi muda. Olahraga, kata dia, dapat menjadi sarana untuk menanamkan kedisiplinan, kerja keras, dan sikap pantang menyerah.
“Anak-anak muda harus kita ajak untuk hidup sehat, aktif, dan produktif. Melalui olahraga, kita ingin menanamkan semangat disiplin, kerja keras, dan pantang menyerah,” kata Said.
Menghubungkan olahraga dengan nilai Bung Karno
Said menilai pesan itu sejalan dengan nilai perjuangan Bung Karno. Karena itu, Soekarno Run juga dipandang sebagai cara untuk memperkenalkan pemikiran dan keteladanan Presiden Soekarno kepada generasi muda melalui kegiatan yang relevan dengan kehidupan mereka.
“Semangat Bung Karno adalah semangat untuk terus berjuang, tidak mudah menyerah, dan membangun bangsa. Semangat itu harus terus diwariskan kepada generasi muda dengan cara yang relevan dengan zaman mereka, salah satunya melalui ajang Soekarno Run ini,” ujarnya.
Banyuwangi dipilih sebagai lokasi pengembangan ajang tersebut karena dinilai memiliki pengalaman menyelenggarakan berbagai kegiatan berskala besar. Said menyebut daerah itu menjadi titik awal untuk pelaksanaan kegiatan besar seperti Soekarno Run.
“Oleh karenanya, Banyuwangi inilah jadi titik awal untuk event-event besar yang skalanya memang kita semua bisa menyaksikan seperti Soekarno Run ini,” kata dia.
Diikuti pejabat dan peserta dari berbagai daerah
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi turut berpartisipasi dalam Soekarno Run Banyuwangi 2026. Ia mengikuti nomor lari 5 kilometer dan menilai suasana kegiatan mendapat sambutan baik dari peserta maupun warga.
“Suasananya sejuk. Warganya ramah. Saya melihat ribuan peserta sangat menikmati Soekarno Run Banyuwangi,” ujar Eri.
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan Soekarno Run merupakan salah satu kegiatan olahraga yang diselenggarakan melalui kolaborasi berbagai pihak. Menurut dia, kegiatan tersebut turut mendukung pengembangan sport tourism di Banyuwangi dan berdampak pada perekonomian lokal.
“Event seperti ini mendukung sport tourism di Banyuwangi yang sangat berdampak ke perekonomian lokal. Terima kasih kepada ribuan peserta yang datang dari berbagai daerah. Terima kasih kepada para pihak yang mendukung program ini,” kata Ipuk.












