8 Cara Memperbaiki Skin Barrier Rusak agar Kulit Kembali Sehat

Skin barrier adalah lapisan terluar kulit yang berperan sebagai pelindung dari berbagai faktor eksternal sekaligus membantu mempertahankan kelembapan. Ketika lapisan ini terganggu, kulit dapat terasa lebih kering, sensitif, perih, mudah mengalami iritasi, dan tampak kemerahan.

Kerusakan skin barrier dapat dipicu oleh kebiasaan perawatan yang terlalu agresif, seperti memakai produk dengan formula keras, terlalu sering melakukan eksfoliasi, atau mengabaikan pelembap. Namun, kondisi tersebut dapat dibantu dengan mengurangi rangkaian perawatan dan beralih ke rutinitas yang lebih lembut. Dilansir dari Cleveland Clinic dan Healthline, berikut langkah yang dapat dilakukan.

Membersihkan kulit tanpa mengikis pelindung alaminya

Langkah pertama adalah memperhatikan cara mencuci wajah. Gunakan air hangat, bukan air yang terlalu panas, karena suhu tinggi dapat menghilangkan minyak alami kulit dan membuatnya semakin kering. Saat membersihkan wajah, pijat kulit secara perlahan dan jangan menggosoknya terlalu lama atau terlalu keras.

Pembersihan yang terlalu sering maupun terlalu lama tidak otomatis membuat kulit lebih sehat. Setelah membilas wajah hingga bersih, keringkan dengan menepuk-nepuk permukaan kulit menggunakan handuk bersih. Kebiasaan menggosok wajah saat mencuci atau mengeringkannya justru dapat semakin mengganggu lapisan pelindung kulit.

Pilih pembersih wajah yang lembut, terutama ketika kulit sedang sensitif. Produk tanpa sabun dan tanpa pewangi dapat menjadi pilihan untuk mengurangi risiko iritasi. Penggunaan terlalu banyak produk pembersih dalam satu rutinitas juga sebaiknya dihindari agar minyak alami kulit tidak hilang berlebihan.

Eksfoliasi pun perlu dikurangi saat skin barrier sedang bermasalah. Scrub atau alat eksfoliasi yang digunakan secara berlebihan dapat menyebabkan iritasi dan memperburuk kondisi kulit. Untuk sementara, utamakan perawatan yang tidak memberikan gesekan atau rangsangan berlebihan.

Menjaga kelembapan dan melindungi kulit

Pelembap perlu digunakan secara rutin untuk membantu mempertahankan fungsi skin barrier. Kandungan yang dapat dipertimbangkan antara lain ceramide, lipid, hyaluronic acid, dan glycerin. Ceramide membantu memperkuat lapisan pelindung kulit, sedangkan hyaluronic acid dan glycerin membantu menjaga kelembapan. Petrolatum juga dapat membantu mengurangi penguapan air dari kulit.

Kebiasaan memencet atau memecahkan jerawat sebaiknya dihentikan karena dapat menimbulkan trauma dan memicu peradangan. Jika area jerawat sudah terluka, hindari menumpuk berbagai produk di atasnya. Rutinitas skincare dapat disederhanakan agar kulit memiliki waktu untuk pulih.

Perlindungan dari sinar ultraviolet juga tetap diperlukan. Gunakan sunscreen setiap hari dengan produk yang terasa nyaman dan sesuai dengan kondisi kulit. Pemilihan produk yang cocok dapat membantu penggunaannya dilakukan secara konsisten.

Memperhatikan formula produk

Selain kandungan, pH produk skincare juga perlu diperhatikan. Kulit memiliki tingkat keasaman alami yang berperan dalam menjaga fungsi skin barrier. Produk dengan pH yang tidak sesuai dapat mengganggu keseimbangan tersebut.

Selama kulit mengalami tanda-tanda gangguan, rutinitas sederhana yang berfokus pada pembersihan lembut, pelembap, dan sunscreen dapat menjadi pilihan. Eksfoliasi berlebihan, gesekan, serta penggunaan produk yang berpotensi mengiritasi sebaiknya dikurangi hingga kondisi kulit membaik.

Source link