Erupsi Gunung Anak Krakatau: Penanganan Abu Vulkanik di Dalam Rumah
Jakarta (ANTARA) – Erupsi Gunung Anak Krakatau dalam beberapa hari terakhir menjadi perhatian setelah abu vulkanik menyebar ke sejumlah wilayah. Erupsi yang berlangsung sejak Jumat (4/9) tersebut bahkan berdampak hingga Banten, DKI Jakarta, dan Jawa Barat akibat terbawa angin. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengimbau masyarakat di wilayah terdampak untuk mengurangi aktivitas di luar rumah karena paparan abu vulkanik dapat menyebabkan iritasi mata, kulit, hingga gangguan pernapasan.
Dampak Erupsi Gunung Anak Krakatau
Dampak erupsi juga terasa pada aktivitas masyarakat. Sebaran abu vulkanik Anak Krakatau sempat mengganggu operasional sejumlah bandara, termasuk Bandara Soekarno-Hatta, karena abu dapat membahayakan penerbangan. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa abu vulkanik bisa terbawa angin cukup jauh dari sumber erupsi.
Aktivitas Masyarakat Terdampak
Bagi masyarakat yang tinggal di wilayah terdampak, persoalannya bukan hanya ketika abu turun di luar rumah. Partikel abu yang sangat halus juga dapat masuk melalui celah pintu, jendela, ventilasi, bahkan terbawa masuk melalui pakaian dan alas kaki.
Strategi Bersihkan Abu Vulkanik di Dalam Rumah
Lalu, apa yang sebaiknya dilakukan jika abu vulkanik sudah masuk ke dalam rumah?
-
Tutup pintu dan jendela
Langkah pertama adalah membatasi masuknya abu tambahan. Tutup rapat pintu, jendela, serta celah lain yang memungkinkan udara dari luar masuk.
-
Jangan langsung menyapu abu dalam kondisi kering
Abu vulkanik memiliki partikel yang sangat halus. Ketika disapu secara kering, abu dapat kembali beterbangan dan justru terhirup.
-
Bersihkan rumah setelah kondisi di luar lebih aman
Jika abu masih terus turun, sebaiknya jangan terburu-buru melakukan pembersihan besar-besaran di dalam rumah. Tunggu hingga kondisi di luar lebih memungkinkan untuk dibersihkan.
Untuk langkah selanjutnya silakan baca informasi lengkapnya di sini.












