7 Hal yang Harus Dilakukan Jika Penerbangan Dibatalkan secara Mendadak

Erupsi Gunung Anak Krakatau Menyebabkan Pembatalan Penerbangan di Indonesia

Jakarta (ANTARA) – Erupsi Gunung Anak Krakatau berdampak pada operasional penerbangan di sejumlah wilayah Indonesia. Sebaran abu vulkanik membuat sejumlah bandara harus ditutup sementara demi menjaga keselamatan penerbangan.

Delapan Bandara Terdampak Penutupan Sementara

Kementerian Perhubungan pada Minggu (6/9) menyebut delapan bandara terdampak penutupan sementara, yakni Bandara Soekarno-Hatta Tangerang, Halim Perdanakusuma Jakarta, Radin Inten II Lampung, Husein Sastranegara Bandung, Budiarto Curug Tangerang, Pondok Cabe Tangerang Selatan, Taufik Kiemas Pesisir Barat Lampung, dan Atung Bungsu Pagar Alam. Penutupan kemudian diperpanjang hingga Senin (7/9) pukul 09.00 WIB karena kondisi sebaran abu vulkanik dan arah angin masih dinamis.

Dampaknya cukup besar. Kementerian Perhubungan mencatat sebanyak 1.558 penerbangan terdampak akibat penutupan delapan bandara tersebut. Sejumlah penerbangan dari daerah lain juga ikut mengalami pembatalan karena jalur udara menuju Jakarta dan wilayah terdampak belum aman untuk dilalui.

Di Bandara El Tari Kupang, misalnya, delapan penerbangan rute Kupang-Jakarta dan sebaliknya dibatalkan pada Senin pagi. Maskapai yang terdampak antara lain Garuda Indonesia, Citilink, Batik Air, dan Super Airjet. Penumpang diberikan pilihan untuk melakukan penjadwalan ulang atau pengembalian biaya tiket sesuai ketentuan maskapai.

Apa yang Harus Dilakukan jika Penerbangan Dibatalkan?

1. Jangan langsung panik. Hal pertama yang perlu dilakukan adalah tetap tenang dan mencari informasi resmi. Pembatalan penerbangan memang bisa mengacaukan rencana perjalanan, tetapi biasanya maskapai akan memberikan pilihan penanganan bagi penumpang yang terdampak.

2. Cari tahu alasan penerbangan dibatalkan. Penting untuk mengetahui penyebab pembatalan karena bentuk penanganannya dapat berbeda. Pembatalan karena faktor keselamatan seperti cuaca ekstrem atau abu vulkanik tentu berbeda dengan pembatalan karena alasan operasional maskapai.

3. Tanyakan pilihan reschedule atau refund. Setelah mendapatkan kepastian bahwa penerbangan benar-benar dibatalkan, segera tanyakan pilihan yang tersedia kepada maskapai.

4. Jangan buru-buru membeli tiket baru. Saat penerbangan dibatalkan, keinginan untuk segera mencari tiket pengganti memang wajar. Namun, sebaiknya jangan langsung membeli tiket baru sebelum mengetahui opsi yang diberikan maskapai.

5. Simpan bukti dan dokumen perjalanan. Simpan tiket, boarding pass jika sudah melakukan check-in, bukti pembatalan, serta komunikasi dengan maskapai. Dokumen tersebut dapat berguna ketika mengajukan refund, reschedule, atau layanan lain dari maskapai.

6. Tanyakan akomodasi dan kebutuhan selama menunggu. Apabila pembatalan membuat Anda harus menunggu cukup lama di bandara atau bahkan menginap, tanyakan kepada maskapai mengenai bentuk pelayanan yang diberikan kepada penumpang terdampak.

7. Pantau informasi terbaru sebelum kembali ke bandara. Pembukaan bandara yang ditutup akibat kondisi tertentu dapat berubah mengikuti situasi di lapangan. Karena itu, jangan hanya berpatokan pada jadwal awal.

Dalam kasus erupsi Anak Krakatau, Kementerian Perhubungan terus memantau penyebaran abu vulkanik dan melakukan pengujian kondisi bandara secara berkala. Pemerintah juga menegaskan bahwa keselamatan menjadi prioritas sebelum operasional penerbangan kembali dilakukan.

Source link