Polisi Sita Rp11,59 Juta dari Rekening Tersangka TikTok

Polisi Sita Uang Tunai Rp11,595,000 dari Tersangka Kasus Penggelapan Saldo Akun TikTok

Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Metro Bekasi Kota berhasil menyita uang tunai sebesar Rp11.595.000 dari rekening tersangka Zahra Khairunnissa (ZK) terkait kasus dugaan penggelapan saldo akun TikTok milik kreator konten Vilmei.

Penyitaan dilakukan secara langsung di sebuah bank pada hari Jumat, dimana tersangka ZK harus hadir untuk memproses pencairan sisa saldo yang tersisa. Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota, Kompol Verdika Bagus Prasetya, memastikan bahwa seluruh dana yang dapat ditarik telah disita untuk kepentingan penyidikan.

Sisa Saldo dan Tersangka lain dalam Kasus Ini

Verdika menjelaskan bahwa uang yang disita berasal dari identifikasi riwayat transaksi finansial tersangka. Uang tersebut diduga kuat bersumber dari pencairan hadiah digital yang dikirim melalui saldo akun TikTok korban.

Nominal yang disita merupakan sisa saldo terakhir ketika eksekusi dilakukan. Meskipun demikian, angka tersebut tidak mencakup seluruh dana yang diduga tersangka nikmati ataupun jumlah total kerugian korban. Kerugian sementara dalam perkara ini diperkirakan mencapai Rp1,28 miliar berdasarkan laporan serta hasil audit internal.

Selain Zahra Khairunnissa (ZK), kepolisian juga menetapkan Moh. Arka Saepul Rohman (MASR) dan Lusiani (L) sebagai tersangka dalam kasus ini. Ketiganya resmi ditahan di Mapolres Metro Bekasi Kota. Penelusuran masih terus dilakukan terhadap transaksi dan aset lain yang terkait dengan perkara ini demi mengumpulkan alat bukti yang cukup.

Satreskrim Polres Metro Bekasi Kota Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Penggelapan Saldo Akun TikTok

Setelah melakukan penyelidikan dan penyidikan intensif, Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Metro Bekasi Kota menetapkan tiga tersangka baru dalam kasus penggelapan saldo akun TikTok. Kerugian akibat tindakan mereka mencapai Rp1,28 miliar.

Tiga tersangka tersebut adalah ZK alias Z, ASR alias A, dan L. Mereka saat ini sudah ditahan dan penyidik terus berusaha mendalami aliran transaksi serta kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam kasus ini.

Source link