BYD Bergantung Pada Pasar Luar Negeri Demi Bertahan
BYD kini semakin mengarahkan pandangannya ke pasar internasional untuk mengatasi penurunan penjualan di China. Pada paruh pertama 2026, pendapatan BYD dari pasar luar China telah menyumbang lebih dari separuh total pendapatannya.
Pendapatan dari Pasar Luar China Menyumbang Lebih dari Separuh
Berdasarkan laporan keuangan BYD, pendapatan dari luar China mencapai 181,27 miliar yuan, meningkat 33,9 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Sedangkan pendapatan dari China, Hong Kong, Makau, dan Taiwan mengalami penurunan 30,7 persen.
Penjualan Mobil Hybrid BYD Meningkat Secara Signifikan
Penjualan kendaraan BYD di luar China juga meningkat pesat, dengan penjualan mencapai sekitar 792 ribu unit, naik 67,8 persen dari tahun sebelumnya. Penjualan kendaraan energi baru perusahaan juga disumbang sebanyak 44 persen dari total penjualan.
Penjualan BYD di Pasar Domestik China
Sementara itu, pasar domestik China semakin ketat persaingannya. Perang harga dan persaingan dari produsen lokal membuat BYD harus bekerja lebih keras untuk mempertahankan penjualan di pasar utamanya. Meskipun penjualan global BYD pada bulan Agustus mengalami kenaikan, namun penjualan di China masih mengalami penurunan.
BYD Mengalami Pertumbuhan Berkat Pasar Luar Negeri
Ekspor BYD pada Agustus mencapai rekor 189.466 unit, melonjak 134,5 persen dari tahun sebelumnya. Meskipun demikian, penjualan BYD di China masih mengalami penurunan. Data menunjukkan bahwa ketergantungan BYD terhadap pasar internasional semakin nyata.
Berbicara soal profitabilitas, ekspansi global juga memberikan dampak positif bagi BYD. Margin kotor bisnis luar negeri perusahaan ini lebih tinggi dari margin kotor keseluruhan perusahaan, menandakan kontribusi pasar internasional terhadap profitabilitas BYD.












