BEM PT Undana Dorong Kampus Bebaskan UKT Bagi Mahasiswa Terdampak Gempa Flores
Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Perguruan Tinggi Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang, Glen Rezy Snae, mendesak pihak kampus untuk memberikan pembebasan Uang Kuliah Tunggal (UKT) bagi mahasiswa yang menjadi korban bencana gempa bumi di Flores. Dorongan ini datang sebagai respons terhadap langkah Universitas Mataram (Unram) yang telah memberikan keringanan UKT kepada mahasiswa asal Nusa Tenggara Timur (NTT) yang terdampak bencana di daerah asal mereka.
Upaya Bantuan dan Pengabdian dari Unram
Selain membebaskan UKT, Unram juga mengirimkan tim medis terdiri dari dokter, perawat, dan tenaga kesehatan ke Manggarai Timur, wilayah terkena dampak. Tim tersebut membawa obat-obatan dan perlengkapan medis untuk membantu masyarakat yang terkena dampak bencana. Selain itu, Unram juga mengirimkan relawan BEM dan dosen melalui program Pengabdian Berdampak. Semua biaya pengiriman tim tersebut ditanggung oleh pihak universitas.
Harapan dan Tuntutan dari BEM Undana
Ketua BEM Undana, Glen Rezy Snae, mengungkapkan bahwa kondisi bencana tidak hanya menyebabkan kerusakan fisik dan ekonomi, namun juga memberikan tekanan tambahan terhadap keluarga mahasiswa. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya pembebasan UKT sebagai langkah konkrit dari perguruan tinggi untuk membantu mahasiswa dan keluarganya.
Ia juga menyoroti peran strategis Undana sebagai institusi pendidikan terbesar di NTT untuk menunjukkan kepedulian terhadap masalah kemanusiaan di daerah. Menurutnya, kampus harus menjadi bagian dari solusi dan bersatu dengan masyarakat dalam menghadapi bencana.
Glen menegaskan bahwa saatnya pendidikan menunjukkan aspek kemanusiaannya dengan mengedepankan solidaritas tanpa batas wilayah atau institusi. Harapannya adalah agar Undana dapat meniru langkah Unram dalam memberikan dukungan kepada mahasiswa dan keluarga yang terdampak bencana di wilayah tersebut.












