Thailand Siap Revisi Kebijakan Pajak Otomotif untuk Pertahankan Industri
Pada hari Selasa, 18 Agustus 2026, Thailand tengah merancang strategi baru dalam upaya mempertahankan industri otomotifnya. Langkah tersebut diambil menyusul upaya Indonesia yang berusaha menarik investasi Toyota dari Thailand.
Solusi Pajak Otomotif Thailand
Perubahan strategi Thailand melibatkan penyesuaian skema pajak untuk kendaraan bermotor. Rencananya, mobil yang diproduksi lokal akan dikenai tarif yang lebih rendah, sementara kendaraan impor akan dikenakan pajak lebih tinggi, terutama untuk completely built-up (CBU) dari perusahaan yang tidak memiliki fasilitas produksi di Thailand.
Wakil Perdana Menteri dan Menteri Keuangan Thailand, Ekniti Nitithanprapas, telah mengumumkan rencana tersebut. Tujuan pemerintah Thailand adalah menerapkan aturan baru ini sebelum akhir tahun 2026 setelah rampung pada bulan September tahun yang sama.
Dampak Perubahan Kebijakan di Kawasan Asia Tenggara
Langkah Thailand ini merupakan respons atas pendekatan yang dilakukan oleh Menteri Keuangan Indonesia, Purbaya Yudhi Sadewa, kepada Toyota untuk memindahkan produksinya ke Indonesia. Indonesia menawarkan insentif dan kondisi menarik bagi Toyota dalam upaya memposisikan diri sebagai basis produksi otomotif di kawasan Asia Tenggara.
Thailand, yang menjadi salah satu pusat industri otomotif terbesar di kawasan, merasa terdorong untuk mempertahankan industri otomotifnya. Dengan banyak produsen global yang telah berinvestasi di Thailand, negara tersebut berupaya untuk menjaga daya saing industri otomotifnya di tingkat global.
Ekniti Nitithanprapas menjelaskan bahwa salah satu isu utama yang dihadapi produsen otomotif di Thailand adalah perbedaan beban pajak dengan kendaraan impor dari negara mitra FTA. Untuk mengatasinya, Thailand memilih untuk mengubah kebijakan pajak sebagai strategi untuk menjaga daya saing industri otomotifnya.
Implementasi Kebijakan di Masa Depan
Perubahan kebijakan ini akan berlaku untuk berbagai jenis kendaraan, mulai dari mobil dengan mesin pembakaran internal, plug-in hybrid electric vehicle (PHEV), hingga battery electric vehicle (BEV). Diharapkan dengan strategi baru ini, Thailand dapat mempertahankan posisinya sebagai salah satu pemain utama dalam industri otomotif di kawasan Asia Tenggara.












